Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Dosen UIN SATU Tulungagung Zulfatun Ni'mah Perjuangkan Kesetaraan Gender di Momen Peringatan Hari Kartini 2025

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 22 April 2025 | 03:16 WIB
foto: Dokumen pribadi untuk Radar Tulungagung
foto: Dokumen pribadi untuk Radar Tulungagung

Radar Tulungagung - Sebagai seorang pendidik di perguruan tinggi, pantang bagi Zulfatun Ni’mah duduk manis melihat perempuan tak mendapatkan edukasi layak. Itu sebabnya di Peringatan Hari Kartini tahun ini, dia mengemukakan gagasannya tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Perempuan yang karib disapa Zulfa ini menegaskan pentingnya pendidikan, khsuusnya bagi perempuan. Itu sebabnya dia bertekad untuk menyebarluaskan ilmunya melalui berbagai platform pembelajaran.

“Menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya pada mahasiswa-mahasiswa saya dan secara umum juga kepada masyarakat. Karena saya juga punya tugas untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat,” akunya.

Menurut dia, hal ini sejalan dengan apa yang diperjaungkan oleh Kartini. Yakni, untuk membuka wawasan dan ikut mencerdaskan kehidupan masyarakat.

“Menampilkan sosok yang menurut ijtihad saya sendiri sesuai dengan nilai-nilai luhur yang hendak diwujudkan oleh para pendiri bangsa. Termasuk juga oleh Ibu Kartini. Yaitu, menyebarluaskan semangat pengabdian kepada bangsa,” ujar dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN SATU Tulungagung ini.

Hal itu diharapkan dapat membantunya untuk membentuk nilai-nilai luhur dalam bermasyarakat. Seperti nilai keadilan, nilai kesetaraan, perjuangan, dan memanusiakan manusia.

“Nilai akhlak yang itu tidak bisa hanya diteorikan, tapi juga dicontohkan melalui perilaku dan juga terus ditanamkan melalui motivasi-motivasi,” jelasnya.

Meski begitu, ada berbagai kendala dalam proses mendidik generasi muda di Tulungagung. Salah satunya soal pola komunikasi yang beda antara generasi muda dan generasi seusianya.

“Generasi saya dengan generasi yang sekarang menjadi mahasiswa adalah ada jeda waktu sampai 20-an tahun. Yang itu pengalaman hidup saya dengan pengalaman hidup mahasiswa sekarang atau gen-Z itu jauh berbeda,” ucap perempuan berjilbab ini.

Untuk mengatasi hal ini, Zulfa punya kiat tersendiri. Yakni dengan menggunakan pola komunikasi dua arah yang disukai kaum gen-Z. Salah satunya dengan memanfaatkan kanal-kanal media sosial.

“Saya pakai komunikasi dua arah, dialogis. Kemudian menggunakan fasilitas media sosial agar mereka relate. Sehingga dengan media sosial mereka sering kali lebih menangkap daripada hanya secara manual atau konvensional,” kata dia.

Wajar Zulfa begitu getol mendekatkan diri dengan kaum muda. Sebab, dia punya gagasan dan wawasan yang harus disebarluaskan ke perempuan dan masyarakat umum.

Yaitu, sial kesetaraan gender. Dengan mengajar di berbagai forum, dia berkesempatan untuk berbagi pandangan dan wawasan tentang pentingnya peran perempuan termasuk kesetaraan gender.

“Tujuannya adalah melakukan perubahan agar generasi sekarang lebih memiliki pemikiran yang berkesetaraan dan berkeadilan gender,” tegasnya.

Menurut dia, masih ada beberapa kelompok perempuan di Tulungagung yang belum sadar pentingnya kesetaraan gender. Padahal, kesetaraan gender penting agar perempuan makin berdaya di masyarakat.

“Sebagian yang sudah pernah mendapatkan edukasi tentang itu sepemahanan dan pengamatan saya banyak sekali kemajuan. Ide-ide itu bisa ditangkap dan mereka juga menjadi barisan yang mendukung upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan. Tapi yang belum (paham, Red) juga banyak,” imbuhnya.

Dia berharap apa yang dia perjuangkan saat ini bisa membuat perempuan dan masyarakat lebih terbuka dalam memandang segala aspek dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

“Perempuan ke depan saya harapkan adalah berilmu, berdaya, dan berbudaya,” pungkasnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#UIN Satu Tulungagung #kartini #tulungagung #peringatan hari kartini #uin tulungagung #Peringatan Hari Kartini 2025 #hari kartini