Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Juru Pelihara Situs Cagar Budaya di Tulungagung Terkesan Dianaktirikan, Kok Bisa?

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 24 April 2025 | 23:39 WIB
Jupel situs Candi Penampihan  menunjukkan bagian atap tempat prasasti yang rusak beberapa waktu lalu.
Jupel situs Candi Penampihan menunjukkan bagian atap tempat prasasti yang rusak beberapa waktu lalu.

TULUNGAGUNGAN - Juru pelihara (jupel) situs cagar budaya se-Kabupaten Tulungagung sambat.

Alasannya sudah 10 tahun tidak ada perhatian dari Pemkab Tulungagung.

Padahal sudah banyak situs-situs yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Jupel Kabupaten Tulungagung, Sholihul Hamid.

Dia berkata bahwa pihak jupel se-Kabupaten Tulungagung merasa kebingungan dalam melapor ketika ada kerusakan-kerusakan yang terjadi pada area situs cagar budaya.

Karena sangat minim perhatian dari pemda.

Kerusakan yang terjadi di beberapa situs cagar budaya tersebut meliputi atapnya roboh, pagar yang sudah rusak, bahkan ada juga yang area situs cagar budayanya tertimpa pohon tumbang.

"Kami ingin perhatian dari pemerintah. Karena situs cagar budaya merupakan tempat yang sakral untuk wujud penghormatan kita kepada para leluhur. Apalagi, situs-situs cagar budaya juga banyak dikunjungi masyarakat," katanya.

Selain itu, Hamid juga meminta agar kesejahteraan para jupel bisa lebih terjamin.

Mengingat masih sangat sedikit upah yang diterima para jupel situs cagar budaya di Tulungagung ini.

"Dulu upah awalnya Rp 250 ribu per bulan, terus beberapa tahun mengalami kenaikan. Hingga sekarang jumlah upah yang kami terima per bulan sebesar Rp 750 ribu. Harapan kami bisa dinaikkan lagi," tambahnya.

Keluhan-keluhan tersebut diungkapkan dalam forum silaturahmi para jupel se-Kabupaten Tulungagung bersama salah satu anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dari fraksi PKB, Chamim, beberapa waktu lalu.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Agus Utomo, jupel Gunung Budheg.

Dia mengatakan bahwa para jupel di Tulungagung bahkan tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan di pendapa kabupaten.

Padahal, dia menyebut para jupel situs cagar budaya di Tulungagung adalah orang-orang yang berjasa untuk melestarikan cagar budaya di Tulungagung ini.

"Bahkan teman-teman jupel ini, sekadar diundang ke pendapa kabupaten, sekalipun tidak pernah," ungkapnya.

Sementara itu, anggota fraksi PKB DPRD Tulungagung, Chamim, akan memfasilitasi para jupel situs cagar budaya di Kota Marmer ini untuk bisa audiensi bertemu dengan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.

Chamim menyebut para jupel patut diberikan apresiasi karena sudah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk melestarikan situs cagar budaya yang ada di Tulungagung ini.

"Selain situs cagar budayanya yang perlu kita perhatikan, kesejahteraan jupel-nya juga harus diutamakan, karena mereka sudah sangat berjasa dalam melestarikan situs cagar budaya di Tulungagung," tutupnya. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pkb #pendapa #jupel #gunung budheg #cagar #dprd tulungagung