Radar Tulungagung - Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat kembali digelar oleh Heru Tjahjono, anggota DPR RI Komisi IX. Edukasi kali ini mengangkat tema Pangan Aman, Bermutu dan Pencegahan Stunting pada Kamis (24/4).
Edukasi ini dalam rangkaian dua hari kunjungan Heru Tjahjono di kota Marmer ini. Kali ini KIE digelar di aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung.
Heru Tjahjono terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi di bidang keamanan pangan tersebut, bertujuan agar masyarakat, terutama UMKM Tulungagung lebih mengutamakan kualitas, keamanan dan pencegahan zat-zat yang membahayakan.
Karena kandungan zat-zat termasuk zat kimia dalam produk makanan sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, Heru Tjahjono tak henti-hentinya memberikan edukasi dan sosialisasi tentang hal tersebut kepada masyarakat Tulungagung.
Dalam memberikan edukasi ini Heru selalu berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya.
Yuli Ekowati, ketua tim pelayanan publik dan komunikasi kepuasan masyarakat, Balai Besar POM Surabaya, menghimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap zat kimia berbahaya pada produk makanan dari UMKM.
Dia mengatakan dengan adanya sosialisasi dan edukasi seperti ini, masyarakat yang terjun di bidang UMKM pangan bisa lebih mengutamakan kualitas keamanan produknya.
"Karena jika makanan yang kita konsumsi mengandung zat berbahaya, maka bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, terutama pada organ hati dan ginjal," ungkapnya.
Yuli juga mengatakan meskipun tubuh manusia secara alami bisa mengurai racun dan zat berbahaya. Namun sangat berbahaya jika ternyata zat kimia tersebut dikonsumsi secara berlebihan. Karena bisa merusak organ-organ tubuh yang bertugas mengurai racun tersebut.
"Maka dari itu, UMKM Tulungagung harus mengerti dan mulai memperbaiki kualitas produk yang dijualnya. Karena itu kami mensosialisasikan keamanan pangan seperti ini," tambahnya.
Edukasi ini menghadirkan lebih dari 250 orang. Jumlah itu terdiri dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta masyarakat umum di Tulungagung.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra