RADAR TULUNGAGUNG - Agenda Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat Tulungagung kembali digelar anggota Komisi IX DPR RI Heru Tjahjono.
Edukasi kali ini mengangkat tema Pemberdayaan Masyarakat Tentang Keamanan dan Manfaat Obat Tradisional pada Jumat pagi (25/4) dan dihadiri ratusan masyarakat Tulungagung.
Edukasi ini menindak lanjuti dalam rangkaian dua hari kunjungan Heru Tjahjono di kota Marmer ini. Kali ini KIE digelar di aula Dinas Kesehatan Tulungagung.
Baca Juga: Tanamkan Nilai Luhur Pancasila, Heru Tjahjono: Sebagai Dasar Negara dan Dasar Demokrasi
Heru Tjahjono terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi di bidang obat tradisional tersebut, bertujuan agar masyarakat Tulungagung lebih bisa mewaspadai peredaran obat-obatan tradisional yang semakin marak dan membahayakan.
Karena kandungan zat-zat termasuk zat kimia dalam obat tradisional sangat tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Maka dari itu Heru Tjahjono tak henti-hentinya memberikan edukasi dan sosialisasi tentang, mewaspadai obat-obatan tradisional, dan juga kandungan zat kimia berbahaya diidalamnya tersebut kepada masyarakat Tulungagung.
Dalam memberikan edukasi ini Heru berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya.
Ketua tim pelayanan publik dan komunikasi kepuasan masyarakat, Balai Besar POM Surabaya Yuli Ekowati mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap obat-obatan tradisional yang banyak beredar di pasaran umum.
Karena, menurutnya obat tradisional banyak yang mengandung zat kimia berbahaya. Dia mengatakan dengan adanya sosialisasi dan edukasi seperti ini masyarakat bisa mengerti ciri-ciri obat tradisional yang mengandung zat berbahaya.
Baca Juga: Heru Tjahjono Getol Sukseskan MBG di Tulungagung, Dapur Umum Harus Diperbanyak
"Ciri utamanya, jika sakit dan sekali minum obat tradisional langsung merasa enak seketika, maka itu patut dicurigai kandungannya. Karena bisa jadi obat tersebut mengandung zat berbahaya. Efeknya tidak langsung, tapi dalam jangka panjang bisa merusak hati dan ginjal," ungkapnya
Yuli juga mengatakan obat-obatan yang berbahaya salah satunya adalah obat setelan yang biasa dijual di toko-toko, atau toko jamu.
Obat tersebut biasanya dijual bebas,vdan masyarakat membeli untuk obat sakit gigi atau sakit pada badan.
Maka dari itu, meskipun tidak semua obat tradisional mengandung zat kimia berbahaya. Namun masyarakat harus benar-benar waspada dan harus tau melalui sosialisasi ini.
"Biasanya bapak-bapak jika badannya sakit beli obat setelan di toko. Itu padahal obatnya tidak jelas. Dan dosisnya juga tidak terukur," tambahnya.
Edukasi ini menghadirkan 200 orang lebih. Yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat di Tulungagung. ***
Editor : Dharaka R. Perdana