Komoditas yang disuplai meliputi ikan lele dan telur puyuh hasil produksi unit usaha masyarakat desa.
“Dalam satu kali pengiriman, total bahan baku yang kami kirim bisa mencapai lebih dari 100 kilogram,” jelas Zamroji.
Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong produktivitas usaha milik desa.
Baca Juga: Heru Tjahjono Getol Sukseskan MBG di Tulungagung, Dapur Umum Harus Diperbanyak
Dengan adanya kepastian permintaan dari SPPG, para peternak lele dan pembudidaya telur puyuh di lingkungan BUMDes memiliki semangat lebih untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya.
SPPG Beji Berkah Jaya Kuliner sendiri melayani sekitar 3 ribu penerima manfaat, yang sebagian besar merupakan anak-anak usia sekolah.
Baca Juga: Pendataan Koperasi di Tulungagung untuk Program MBG Belum Ada Kelanjutan
Kebutuhan bahan baku yang tinggi menuntut penyediaan yang stabil dan berkualitas, sehingga keterlibatan BUMDes menjadi solusi strategis.
Kerja sama antara BUMDes Gondo Bening dan SPPG Beji tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang bisa direplikasi di wilayah lain.
Baca Juga: Usaha Menengah dalam Program MBG: Proses Industrialisasi Sektor Pangan dan Gizi
"Kolaborasi semacam ini menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga desa dan program pemerintah dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan," tandas Zamroji. ***
Editor : Dharaka R. Perdana