Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perbaikan Jembatan Junjung Batal Digelar Tahun Ini, Dinas PUPR Tulungagung: Anggarkan Rp 7,5 M untuk Tahun Depan

Aditya Yuda Setya Putra • Minggu, 27 April 2025 | 21:54 WIB
Jembatan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, yang rusak parah
Jembatan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, yang rusak parah

Radar Tulungagung – Mengingat adanya keterbatasan waktu, Pemkab Tulungagung mengungkapkan bahwa perbaikan Jembatan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, batal dilakukan tahun ini.

Sebagai gantinya, proses perbaikan diupayakan untuk digelar pada tahun depan, kendati proses perencanaan tetap dilakukan di tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hary Subagyo mengungkapkan bahwa rencana ini urung dilakukan karena keterbatasan waktu.


“Karena pekerjaan konstruksi itu perlu sekitar delapan bulan. Belum juga untuk perencanaan satu bulan, terus juga untuk lelangnya ya maksimal 3 bulan. Itu kan nggak cutup nanti,” akunya.

Itu sebabnya pemkab memutuskan untuk melakukan perencanaan di tahun ini untuk selanjutnya direalisasikan di tahun depan.


“Akhirnya untuk tahun ini kita alokasikan untuk perencanaannya saja. Sedang untuk pekerjaan konstruksinya Insya Allah itu untuk 2026. Nanti awal tahun 2026 atau akhir tahun 2025 kita lelang dini,” kata Hary.

Sebelumnya, pemkab Tulungagung mengajukan perbaikan jembatan yang rusak parah itu ke BTT Provinsi Jatim.

“Tapi kelihatannya juga belum ada lampu hijau. Tapi sama Pak Bupati dialokasikan melalui efisiensi. Tapi setelah kita kaji kembali, ternyata waktunya nggak cukup,” sambungnya.

“Jadi kalau nanti melompat tahun anggaran nanti kita juga menjadi temuan BPK. Permasalahannya itu di teknis pengalokasian anggarannya saja,” imbuhnya lagi.

Pemkab menyiapkan total anggaran sekitar Rp 7,5 miliar (M) untuk merealisasi proyek fisik ini di tahun depan. Tapi, ada kemungkinan jumlah anggaran bisa berubah, mengingat pembahasan efisiensi anggaran masih bergulir di tingkat eksekutif.

“Anggarannya sekitar Rp 7,5 miliar. Ini masih kita kecilkan lagi di perencanaannya. Kita juga mengajukan untuk uji lab tanah dan segala macam,” ujarnya.

Secara teknis, lanjut Hary, desain badan Jembatan Junjung yang baru tak akan jauh berbeda dari jembatan lama. Tapi, dinas akan mengupayakan penambahan struktur yang lebih kuat.

“Sayap jembatannya kita perkuat. Lebarnya tetap, yang penting kendaraan roda empat bisa simpangan,” jelasnya.

Menilik kondisi di lapangan, Jembatan Junjung masih ditutup total sejak pekan lalu dengan alasan faktor keamanan masyarakat.

Kebijakan ini merupakan hasil pertemuan pemkab, forkopimcam Sumbergempol-Boyolangu, dan sejumlah pihak terkait.

“Ada beberapa alternatif pemecahan (jalur alternatif, Red) kalau di kami. Mungkin (dengan dibangun, Red) jembatan darurat atau ditutup total. Akhirnya dari kesepakatan forkopimcam itu akhirnya ditutup total karena membahayakan warga,” pungkasnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #Pemkab Tulungagung #dinas pupr tulungagung #jembatan rusak #jembatan junjung