Radar Tulungagung – Anggaran miliaran rupiah disiapkan untuk perbaikan ruas jalan di wilayah Tanggunggung yang rusak parah. Hal ini juga berkaitan dengan upaya perbaikan jalan sirip untuk menunjang jalur lintas selatan (JLS).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hary Subagyo mengungkapkan, pimpinan daerah sudah melakukan pengecekan di sejumlah rusa jalan yang masuk wilayah pegunungan di pertengahan bulan ini.
“Iya, tahun ini ada Pucanglaban, Tanggunggunung,” terangnya.
Menilik kondisi eksisting di lapangan, kerusakan parah terjadi di hampir ruas jalan kabupaten yang mengarah ke kantor kecamatan setempat.
Itu sebabnya, pemkab bakal melakukan perbaikan di sejumlah titik yang diniliai perlu penanganan segera.
“Kala Pucanglaban itu kemarin kami prioritaskan yang (kantor, Red) kecamatan, arah itu. Tapi ada beberapa akhirnya digeser,” sebutnya.
“Beberapa yang melingkar masuk dusun-dusun tapi saya tidak hafal dusun mana. Ada di Pucanglaban, dii Tanggunggunung juga ada,” imbuhnya lagi.
Meski tak merinci, Hary mengatakan bahwa perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Tanggunggunung masuk dalam kategori perbaikan proyek skala makro.
“Kalau yang di Tanggunggung anggaran besar. Sekitar Rp 2,5 miliar,” jelasnya.
Dalam hal ini pemkab juga sedang menanti proses pengerjaan JLS lot IA dan IB rampung. Sebab, hal itu akan berpengaruh pada proses pengerjaan jalur-jalur sirip di sekitarnya.
“Itu berpengaruh pada Jurang Angklung itu. Itu sebenarnya mau kita perbaiki, tapi setelah kami komunikasikan dengan pihak balai, mau diperbaiki balai tahun ini juga,” kata Hary.
Dia menambahkan, secara umu, tahun ini dinas dibebani berbagai proyek fisik yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kan campur. Itu tidak hanya di (bidang) bina marga, itu ada di SDA (sumber daya air) juga. Dan penganggaran perbaikan jalan itu ada di rehabilitasi, jd itu masih kt hitung,” akunya.
Proses perampungan proyek fisik berupa pemeliharaan jalan diprediksi memakan waktu lebih lama.
“Tapi kalau rekonstruksi atau pembangunan itu mungkin hasilnya lebih pendek,” tandasnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra