KOTA, Radar Tulungagung - Akibat efisiensi anggaran, para jemaah calon haji (JCH) Tulungagung tidak mendapat cenderamata dari pemkab berupa seragam batik seperti tahun-tahun sebelumnya.
Namun Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, berinisiatif tetap memberi seragam batik tersebut seusai warganya kembali ke tanah air dari menjalankan ibadah haji.
"Mendadak saya berinisiatif akan tetap memberi batik tersebut setelah pulang dari ibadah haji," ungkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
GS, sapaan akrabnya menjelaskan inisiatif dadakan untuk pengadaan batik tersebut dilakukannya agar JCH Tulungagung tidak merasa kecewa.
Karena sudah seperti biasanya, setiap tahunnya para JCH ketika dilakukan seremonial pelepasan untuk berangkat ke tanah suci selalu mendapatkan cenderamata berupa seragam batik dari pemkab.
Pria asal Desa Gandong, Kecamatan Bandung tersebut juga menjelaskan bahwa ketiadaan cenderamata untuk para JCH tersebut dikarenakan adanya efisiensi dari pemerintah pusat yang juga menyasar ke seluruh kabupaten dan kota se Indonesia.
Gatut Sunu, juga menjelaskan dana untuk pengadaan cenderamata tersebut nantinya akan diambilkan dari dana APBD, yang tentunya harus sesuai dan tidak menyalahi aturan yang berlaku.
"Nanti akan kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait, agar pengadaan cenderamata untuk JCH Tulungagung ini bisa sesuai rel nya. Sehingga tidak menyalahi aturan," pungkasnya.
Sekadar diketahui jemaah calon haji (JCH) Tulungagung, telah dilepas Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, pada Rabu 23 April 2025 lalu. (sri/rka)
Editor : Sandy Sri Yuwana