Radar Tulungagung – Ratusan jamaah calon haji (JCH) asal Tulungagung berikut koper dan perlengkapan diberangkatkan ke asrama haji Surabaya, Kamis (1/5) dini hari. JCH akan mengikuti serangkaian persiapan sebelum diterbangkan ke Tanah Suci pada Jumat (2/5).
Kasi PHU Kemenag Tulungagung, Suryani menerangkan bahwa koper JCH sudah diberangkatkan ke asrama haji Surabaya.
“Pemkab menyediakan dua truk fuso dan satu truk biasa. Kemudian pukul 08.00 bergerak ke masing-masing KBIHU dengan kopernya,” terangnya.
Dia mengungkapkan, koper wajib tiba di asrama minimal enam jam sebelum kedatangan jamaah.
Suryani merinci, JCH Tulungagung terbagi dalam dua kloter keberangkatan reguler. Yaitu, kloter 1 diisi 376 jamaah, kloter 2 diisi 376 jamaah, dan kloter 3 diisi 136 jamaah.
“Sedangkan yang 82 (jamaah, Red) ini masuk di kloter 48 yang berangkat pada tanggal 14 April yang akan datang, cadangan semua,” akunya.
Dia memastikan bahwa jumlah JCH cadangan asal Tulungagung masih bisa berubah. Alasannya, dalam beberapa hari terakhir terjadi sejumlah kendala. Mulai dari adanya JCH yang mengalami sakit hingga kendala lain.
“Maka (jamaah, Red) cadangan ini akan maju. Tapi sesuai dengan urutnya se-Jawa Timur,”kata Suryani.
Nantinya, koper JCH akan kembali melalui serangkaian pemeriksaan. Itu dilakukan untuk memastikan JCH tidak membawa alat atau bahan-bahan berbahaya yang berpotensi menggganggu penerbangan.
“Jadi koper itu nanti setelah kita periksa di kabupaten beratnya (maksimal, Red) 32 kilogram, di Surabaya nanti masih ditimbang, kemudian dimasukkan di mesin x-ray. Nanti kalau sirine berbunyi, maka akan dilihat. Mungkin masih membawa benda-benda yang mudah meledak,” akunya.
Meski begitu, dia memastikan bahwa petugas tidak menemukan pelanggaran barang bawaan saat dalam pemeriksaan di tingkat kabupaten yang digelar beberapa waktu lalu.
“Kemarin saya tanya kepada teman-teman yang masuk di monitoring. (Hasilnya, Red) tidak ada,” paparnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra