Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Proyek Perbaikan Jalan Ngentrong Dilelang Bulan Ini, Dinas PUPR Tulungagung Gelontor Rp 20 Miliar

Aditya Yuda Setya Putra • Minggu, 4 Mei 2025 | 19:31 WIB
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo (kanan) meninjau lokasi jalan rusak di Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Senin (10/3).
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo (kanan) meninjau lokasi jalan rusak di Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Senin (10/3).

Radar Tulungagung – Masuk triwulan II tahun ini, Dinas PUPR Tulungagung mulai menggelar lelang sejumlah proyek skala makro. Salah satunya perbaikan jalan rusak di wilayah Kecamatan Campurdarat dan Besuki.

Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hary Subagyo menerangkan, satu koridor jalan dengan panjang sekitar 3 kilometer (km) di wilayah Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, hingga masuk Desa Besole, Kecamatan Besuki, bakal jadi fokus dalam proyek ini.

Mengingat pentingnya proyek ini, dinas segera melakukan lelang begitu seluruh tahapan administratif dan perencanaan dipastikan rampung.

“Sudah (mulai lelang, Red). Ini kan kita juga bergeraknya paralel,” terangnya.

Dalam prosesnya, dinas sempat terkendala oleh sistem LPSE teranya. Itu sebabnya, proyek ini sempat tertunda beberapa waktu, meski waktu lelang proyek tetap sesuia dengan jadwal semula.

“Kaitanya dengan LPSE itu kan ada sedikit permasalahan. Karena sekarang itu versi 5 kan ditangguhkan sama LKPP pusat karena juga mau ada versi 6. Tapi kenyataannya yang versi 6 untuk LPS ini belum siap. Akhirnya pekerjaan konstruksi itu yang harusnya di-pending sampai 20 Maret kemarin diperpanjang,” ujarnya.

Itu sebabnya saat ini dinas perlu mempercepat seluruh proses lelang dan pengerjaan agar proyek fisik ini bisa segera direalisasi.

“Jadi kita berkejaran dengan waktu. Untuk lelangnya mungkin pertengahan Mei atau di awal minggu kedua itu kita sudah bisa SPK kira-kira,” akunya.

Untuk merealisasi proyek ini, pemkab menggelontor anggaran sekitar Rp 20 miliar (M). Nah, anggaran itu belum termasuk tambahan Rp 4,4 M untuk kebutuhan perbaikan jalan yang bersifat skala mikro di sekitar lokasi yang dimaksud.

“Nanti juga penambahan lagi sekitar Rp 4,4 miliar untuk Campurdarat sebelumnya itu, tapi terspot-spot. Campurdarat sampai SMA Ngentrong itu yang paling parah di daerah Gamping itu,” katanya.

Anggaran yang dimaksud merupakan hasil efisiensi dan refocusing yang dilakukan oleh pemkab. Hal itu didasarkan pada visi-misi pimpinan daerah.

“Total kalau efisiensi khusus di PU itu Rp 45 miliar, Tapi ini sedang digodok untuk pengalokasiannya. Skala prioritasnya ya tetap (untuk perbaikan, Red) jalan, termasuk untuk penanganan bencana di Mojogitik,” jelasnya.

Secara umum, ada banyak daftar proyek fisik yang masuk dalam kalender agenda dinas PUPR di tahun ini. Lalu, dilakukan penyesuaian pada kalender agenda proyek dengan cara melakukan penyesuaian.

“Sebenarnya kita longlist-nya banyak. Tapi dari beberapa longlist itu akhirnya ya disesuaikan dengan visi-misi beliau (bupati, Red). Kita saring lagi, tercatat sekita Rp 45 miliar,” tandasnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #Jalan rusak Tulungagung #Pemkab Tulungagung #dinas pupr tulungagung