Radar Tulungagung – Sebagai upaya sinkronisasi kebijakan daerah ke tingkat pusat, Pemkab Tulungagung menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) rancangan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Selasa (6/5) pagi.
Dalam prosesnya, pemkab melakukan serangkaian proses penyusunan RPJMD dengan mengacu pada visi-misi pelaksanaan program pembangunan dalam lima tahun ke depan.
Hal ini juga bagian dari upaya penterjemahan visi-misi pimpinan daerah melalui penyepakatan tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Acara ini tentunya tujuannya untuk finalisasi nanti ke depan RPJMD itu bisa dilaksanakan dengan bijak. Tentunya harus kembali semua permasalahan yang ada di Kabupaten Tulungagung,” ujar Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo ditemui usai kegiatan.
Di agenda ini, bupati juga memaparkan lima misi pembangunan. Pertama, meningkatkan daya saing perekonomian berbasis hilirisasi sektor unggulan daerah. Kedua, mewujudkan lingkungan hidup dan pembangunan infrastruktur berkualitas.
Ketiga, mewujudkan SDM unggu dan berbudaya. Keempat, menuntaskan kemiskinan secara terpadu dan kolaboratif. Dan kelima, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, inklusif, dan bersih dari korupsi.
“Dan kami menginginkan permasalahan itu bisa dikaji sesuai apa yang dikehendaki oleh masyarakat di Tulungagung. Tentunya sesuai dengan waktu kami melakukan kampanye terkait visi misi,” jelasnya.
Pimpinan daerah juga mengisntruksikan peserta musrenbang dapat mencermati makna visi-misi untuk dijadikan bahan musyawarah.
Lalu, jajaran OPD juga diminta menyelaraskan rencana strategisnya dengan RPJMD. Selanjutnya, program prioritas juga harus dilaksanakan di seluruh tingkat perangkat daerah.
“Dan harapan kami Bappeda juga OPD terkait bisa mengejawantahkan. Sehingga dengan adanya diskusi ini, harapan kami semua permasalahan yang terkait dengan masyarakat itu bisa dijawab dan diterjemahkan,” ucapnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra