Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fenomena Serangga Kepik Menyerbu Rumah Warga Tulungagung, Ternyata Ini Penyebabnya

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 11 Mei 2025 | 06:31 WIB
Foto Ilustrasi Serangga Kepik Hitam Yang Menyerbu Rumah Warga
Foto Ilustrasi Serangga Kepik Hitam Yang Menyerbu Rumah Warga

Radar Tulungagung – Warga di sejumlah wilayah di Tulungagung dibuat heran dengan kemunculan hewan kecil berwarna hitam dan berbau tidak sedap yang tiba-tiba memenuhi rumah-rumah warga. Hewan tersebut adalah kepik, atau dikenal juga sebagai lembing, yang muncul dalam jumlah tak biasa pada Sabtu (10/5) malam.

  Fenomena serbuan kepik bukanlah hal baru, namun belakangan ini mulai kembali menjadi perhatian warga karena jumlahnya yang sangat banyak.

  Menurut pantauan koran ini, kemunculan kepik dalam jumlah yang sangat banyak ini terjadi diarea kota Tulungagung.

  Hal tersebut meliputi rumah warga, cafe, warung, toko-toko dan lain-lain. Salah satunya terjadi di salah satu cafe di kota.

  Cafe yang juga memiliki fasilitas kolam renang tersebut semenjak me jelang petang tiba-tiba diserbu ribuan bahkan jutaan kepik. Menyasar ke segala penjuru dan area terang seperti dekat lampu dan lainnya. Bahkan saking banyaknya, para karyawan cafe cukup kewalahan dalam membersihkan hewan mungil tersebut diarea cafe.

  "Jumlahnya sangat banyak. Sampai memenuhi meja dan lantai. Bahkan kolam renang juga dipenuhi kepik," ungkap Ronald, salah satu karyawan disana.

  Banyak netizen juga mengunggah video dan foto tentang hewan mungil ini di media sosial, mengundang beragam komentar dan spekulasi.

  Kemunculan kepik dalam jumlah besar ini biasanya erat kaitannya dengan siklus alam, khususnya transisi dari musim penghujan ke musim kemarau.

  Perubahan suhu dan kelembapan udara mendorong hewan-hewan kecil seperti kepik untuk berpindah tempat mencari lokasi yang lebih ideal untuk berkembang biak atau bertahan hidup.

  Selain menjadi fenomena alam yang unik, kehadiran kepik juga memiliki manfaat ekologis.

  Serangga ini dikenal sebagai pemangsa alami hama pertanian seperti kutu daun.

  Namun, ketika jumlahnya terlalu banyak, sebagian warga merasa terganggu, apalagi jika kepik masuk ke dalam rumah.

 

Tidak Berbahaya, Tapi Perlu Diwaspadai

  Meski tidak berbahaya bagi manusia, masyarakat diimbau untuk tidak membunuh kepik secara sembarangan.

  Selain karena fungsinya sebagai pengendali hama alami, kepik juga bagian dari keseimbangan ekosistem.

  Namun, jika jumlahnya terlalu banyak dan masuk ke dalam rumah, disarankan untuk menutup ventilasi, memasang kasa, dan menjaga kebersihan rumah agar tidak menjadi tempat yang disukai serangga tersebut.

Pertanda Musim Kemarau Tiba

  Fenomena ini sekaligus menjadi sinyal alami bahwa musim kemarau semakin dekat.

  Kemunculan massal serangga seperti kepik menjadi salah satu indikator alamiah yang mendukung prediksi tersebut.

  Bagi masyarakat, mengenali tanda-tanda alam seperti ini bisa menjadi bentuk kearifan lokal dalam membaca perubahan cuaca.

  Fenomena kepik mungkin tampak sepele, namun sebenarnya menyimpan banyak informasi yang bisa dimanfaatkan, baik untuk pertanian, kesehatan lingkungan, hingga mitigasi perubahan iklim.

 

Editor : Sandy Sri Yuwana
#lingkungan #serangga #kemarau #kepik #tulungagung jawa timur #hama