Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Potensi PAD dari Operasional IPLT Belum Terpetakan, Disperkim Tulungagung: Tahun Depan Kita Adakan Target

Aditya Yuda Setya Putra • Minggu, 11 Mei 2025 | 22:22 WIB
foto: ist
foto: ist

Radar Tulungagung Tiga bulan beroperasi, penerimaan masyarakat atas Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) di Desa Moyoketen menunjukkan tren positif. Meski begitu, pemkab belum memetakan potensi PAD karena masih perlu melalui sejumlah tahapan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tulungagung, Anang Pratistianto menerangkan, warga di sekitar IPLT mulai terbiasa dengan aktivitas yang ada pada fasilititas milik pemkab itu.

“Masyarakat juga menerima dan kemarin masyarakat sekitar juga minta tangki septik yang disedot,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sejak awal sudah diinformasikan bahwa warga sekitar akan mendapatkan layanan gratis dari pemkab.

“Kemarin kan sudah disampaikan bahwa masyarakat sekitar gratis. Jadi penerimaan masyarakat sudah baik dan ini terus kita lakukan perbaikan,” lanjutnya.

Selain itu, truk tinja dari pihak swasta kini juga sudah mulai beroperasi. Hal ini mengindikasikan bahwa operasional IPLT disambut positif oleh masyarakat.

“Dan penyedot tinja swasta itu sudah masuk semua, Alhamdulillah,” tuturnya.

Meski begitu, IPLT Moyoketen masih memerlukan sejumlah pemantapan di sejumlah sektor, termasuk di antaranya di sektor infrastruktur.

Anang menyebut, saat ini, beberapa perbaikan infrastruktur masih terus diupayakan.

“Ada beberapa perbaikan yang perlu kita sempurnakan ya seperti pagar, seperti jalan masuk, dan sebagainya dan beberapa masalah teknis,” katanya.

Disinggung ihwal respon masyarakat sekitar, Anang menerangkan bahwa warga dapat menerima operasional.

Berbeda dari kondisi beberapa tahun belakangan, di mana warga menolak operasional, sehingga membuat IPLT mangkrak selama kurang lebih sembilan tahun.

“Masyarakat nggak ada yang komplain dan juga kita di sana aman-aman saja,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Anang, warga juga meminta uji sampel mandiri. Dalam hal ini, dia memastikan pemkab terbuka atas permintaan warga.

Dereng (belum dilakukan sampel, Red). Monggo kita persilahkan. Kita juga setiap bulannya kita ambil sampel juga,” jelasnya.

Untuk diketahui, pasokan dari sejumlah truk pengangkut tinja swasta dalam beberapa waktu terakhir terbilang signifikan.

“Ada 2-3 truk. Kan (kapasitas maksimal truk) 3 meter kubik. Kita banci sehari 3-4 (truk),” terangnya.

Sementara itu, potensi hasil pertanian dari penggunaan limbah yang telah diolah juga mulai terlihat.

Sayangnya, sampai saat ini pemkab belum dapat memetakan potensi perolehan PAD dari aktivitas pengolahan limbah tinja di IPLT.

Anang menerangkan, penentuan target akan dilakukan setelah pemkab merealisasi perbaikan dan melakukan pembukuan atas jumlah pasokan limbah yang masuk secara berkala.

“Kemarin tidak ada target. Ya kita masukkan aja apa adanya. Nanti tahun depan kita adakan target,” pungkasnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #Disperkim Tulungagung #Pemkab Tulungagung #iplt tulungagung