Radar Tulungagung - Populasi ketersediaan hewan kurban menjadi perhatian khusus Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung.
Diketahui berdasarkan data, jumlah populasi ternak terutama hewan kurban ditriwulan pertama tahun 2025 ini menunjukkan sejumlah peningkatan.
Dimana populasi sapi dan kambing mencapai ratusan ribu ekor.
Baca Juga: Catat Tanggalnya, Ini Jadwal Pemutihan di Tulungagung Jawa Timur
Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Tulungagung, Tutus Sumariyani mengatakan, populasi ternak sapi dan kambing di tiga bulan pertama tahun ini terbilang melimpah.
Diketahui untuk jumlah populasi kambing ada 173 ribu ekor dan sapi ada 126 ribu ekor.
“Untuk kambing data kami ada di 173 ribu ekor. Kemudian untuk sapi 126 ribu ekor. Dari data Insya Allah cukup,” jelasnya Minggu, 11 Mei 2025.
Berdasarkan data tersebut, jumlah populasi sapi dan kambing di Tulungagung mencapai angka 299 ribu ekor.
Baca Juga: Upacara Adat Ulur-Ulur jadi Daya Pikat, Masyarakat Tulungagung Harapkan Perhatian Khusus dari Pemkab
Pihaknya mengaku data pemotongan hewan kurban pada tahun sebelumnya menjadi acuan untuk proyeksi kebutuhan di tahun ini.
Menurutnya jumlah kebutuhan ternak kurban di tahun lalu jauh lebih sedikit dibanding jumlah populasi tahun ini.
Alhasil pihaknya optimis jumlah ternak di tahun ini bakal mencukupi kebutuhan Idul Adha mendatang.
Baca Juga: Populasi Ternak Sapi-Kambing di Tulungagung Capai 299 Ribu Ekor Jelang Idul Adha
“Kalau data pemotongan tahun lalu itu sapi potong yang tercatat di kami (sekitar) 3.200 (ekor) pas Idul Adha. Itu di RPH dan masjid-masjid yang tercatat,” paparnya.
Kemudian untuk jumlah kebutuhan ternak kambing di Idul Adha di tahun lalu mencapai sekitar 18 ribu ekor.
Artinya jumlah populasi kambing di tahun ini jauh melebihi kebutuhan.
“Kerbau tidak ada. Populasi kerbau juga di Tulungagung hanya sedikit. Paling kurang lebih 200 atau 300 (ekor),” ujarnya.
Baca Juga: Petugas Wifi di Tulungagung Tewas Usai Terpeleset Tangga Saat Memasang Wifi
Tutus menambahkan, dibandingkan antara jumlah populasi dengan estimasi kebutuhan kurban, persediaan hewan kurban dinilai memadai.
“Karena estimasi kalau misalnya kambing 173 ribu itu yang layak dijadikan kurban kan kurang lebih sekitar 15 persen (dari total populasi), sekitar 30-an (ribu). Sapi kurang lebih 10 persen,” pungkasnya.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz