Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dirjen Pendis Kemenag RI Arahkan Peningkatan Status MA Plus Keterampilan Menjadi MAK pada FGD Nasional di MAN 2 Tulungagung

Armi Hardjo • Selasa, 13 Mei 2025 | 00:09 WIB
Kolaborasi lintas keilmuan dalam Focus Group Discussion (FGD) di MAN 2 Tulungagung. Para narasumber, guru, dan tokoh pendidikan berkomitmen memperkuat moderasi beragama dan karakter pelajar
Kolaborasi lintas keilmuan dalam Focus Group Discussion (FGD) di MAN 2 Tulungagung. Para narasumber, guru, dan tokoh pendidikan berkomitmen memperkuat moderasi beragama dan karakter pelajar

Radar Tulungagung — Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan vokasi berbasis madrasah.

Hal ini ditandai dengan arahan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.A., terkait peningkatan status Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan menjadi Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan tingkat nasional yang digelar di MAN 2 Tulungagung, Minggu (11/5/2025).

Kolaborasi lintas keilmuan dalam Focus Group Discussion (FGD) di MAN 2 Tulungagung. Para narasumber, guru, dan tokoh pendidikan berkomitmen memperkuat moderasi beragama dan karakter pelajar
Kolaborasi lintas keilmuan dalam Focus Group Discussion (FGD) di MAN 2 Tulungagung. Para narasumber, guru, dan tokoh pendidikan berkomitmen memperkuat moderasi beragama dan karakter pelajar

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Dalam peraturan tersebut, pendidikan vokasi diarahkan tidak sekadar sebagai “pabrik SDM”, tetapi juga harus menghasilkan lulusan yang benar-benar kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja masa kini.

Sebagai tuan rumah, MAN 2 Tulungagung menerima kehadiran Dirjen Pendis Kemenag RI beserta jajaran, serta para kepala madrasah Plus Keterampilan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan visi penguatan pendidikan kejuruan di lingkungan madrasah aliyah.

Dalam sambutannya, Prof. Amien menyampaikan bahwa transformasi status MA Plus menjadi MAK adalah langkah penting dalam mempersiapkan lulusan madrasah agar tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja.

“MAK adalah masa depan madrasah. Kita ingin lulusan madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak mulia sebagai ciri khas madrasah.

Kepala MAN 2 Tulungagung, Dr. H. Muhamad Dopir, M.Pd.I., mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya sebagai tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan skala nasional.

“Ini menjadi penguat semangat kami untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan berbasis kejuruan di lingkungan madrasah,” ungkapnya.

FGD berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kolaboratif dari seluruh peserta. Peningkatan status MA Plus menjadi MAK diharapkan mampu mendorong hadirnya lebih banyak madrasah vokasional unggulan yang adaptif terhadap tantangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.

Langkah transformasi ini menjadi bagian penting dari visi besar Kementerian Agama dalam mewujudkan madrasah yang Maju, Bermutu, dan Mendunia.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#MAN 2 Tulungagung #tulungagung #kolaborasi #kemenag