Radar Tulungagung – Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, tengah menunjukkan geliat baru dalam perekonomian warganya.
UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di desa ini tak hanya bertahan di tengah tantangan zaman, tetapi juga mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Salah satu produk unggulannya, sapu rayung, kini mulai dikenal di luar daerah bahkan menembus penjualan daring.
Sapu rayung adalah sapu tradisional yang terbuat dari tangkai bunga kelapa (rayung). Proses pembuatannya masih dilakukan secara manual, mulai dari pemilihan bahan, penjemuran, perakitan hingga proses pengikatan dan pengepakan.
Namun di balik kesederhanaan alatnya, kualitas sapu ini terbukti tangguh dan tahan lama.
Permintaan terhadap sapu rayung terus meningkat, terutama sejak pelaku UMKM setempat mulai memasarkan produknya melalui media sosial dan platform e-commerce lokal.
“Kami melihat potensi besar di sini. Sapu rayung yang dulunya hanya dipasarkan di pasar tradisional, sekarang sudah bisa dibeli melalui media sosial dan marketplace,” ungkap Kepala Desa Sumberdadi, Muhammad Nahru, saat ditemui di kantor desa.
“Pemerintah desa siap mendampingi dan memfasilitasi pelatihan digital marketing bagi para pelaku UMKM agar bisa naik kelas,” tambahnya.
Saat ini, sedikitnya 25 warga desa terlibat langsung dalam produksi dan distribusi sapu rayung.
Selain itu, desa juga sedang menjajaki kerja sama dengan koperasi serta pelaku wisata untuk memasarkan sapu rayung sebagai suvenir khas Tulungagung.
Tak hanya sapu rayung, UMKM di Sumberdadi juga mencakup usaha makanan ringan, kerajinan bambu, dan jasa pengolahan hasil pertanian.
Pemerintah desa bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung telah menjadwalkan pelatihan lanjutan tahun ini untuk membantu pelaku usaha memperkuat branding produk.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan digitalisasi, Sumberdadi menjadi contoh nyata bagaimana desa bisa bangkit lewat kekuatan ekonomi lokal.(rin)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz