Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Warga Tulungagung Punya Istilah Nyeleneh saat Cuaca Sulit untuk Ditebak, BMKG Beri Prediksi Pada April hingga Juni

Dhiyah Ayu Nur Rahmawati • Rabu, 14 Mei 2025 | 13:00 WIB
Hujan mulai sering mengguyur Tulungagung beberapa hari belakangan (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
Hujan mulai sering mengguyur Tulungagung beberapa hari belakangan (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG- Belakangan ini, cuaca di Tulungagung semakin sulit ditebak. Pagi hari bisa dimulai dengan panas terik yang bikin keringat bercucuran, lalu siangnya tiba-tiba hujan deras. Sore hari, udara mendadak dingin.

Banyak orang di Tulungagung bilang, cuaca seperti itu gado-gado, campur aduk tanpa kepastian. Dan yang paling terasa? Tubuh jadi gampang sakit tenggorokan, bahkan flu ringan.

Fenomena cuaca tidak menentu ini bukan hanya perasaan belaka. Saat ini, Indonesia  termasuk di Tulungagung mengalami pancaroba, yaitu peralihan musim.

Seharusnya musim kemarau sudah datang di Tulungagung, tapi kenyataannya kondisi cuaca hujan masih sering turun. Udara yang lembap bergantian dengan kering, lalu lembap lagi, membuat tubuh kita kesulitan beradaptasi.

Seorang warga Tulungagung, Nura mengatakan, cuaca kadang siang panas banget, terus tiba-tiba hujan deras angin. Badan langsung jadi sakit tenggorokan dan flu.

”Ini adalah keluhan yang banyak dirasakan oleh banyak orang, terutama dengan cuaca yang sering berubah-ubah. Flu, bersin-bersin, dan tenggorokan sakit mendadak menjadi masalah yang sering dikeluhkan.

Dikutip dari web BMKG, sekitar 57,7% wilayah di Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2025.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada masa transisi cuaca dari musim hujan ke musim kemarau, atau yang sering disebut sebagai masa pancaroba.

Selama periode ini, cuaca hujan umumnya terjadi pada siang hingga menjelang malam hari, didahului oleh udara hangat pada pagi hingga siang yang menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil.

Pemanasan permukaan yang kuat dapat memicu pembentukan awan-awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Kondisi ini juga dapat memicu terjadinya hujan es atau angin puting beliung. Karakteristik hujan pada masa pancaroba cenderung tidak merata dan berlangsung dalam durasi yang singkat.

Buat kamu yang merasa gampang drop akhir-akhir ini, mungkin bukan hanya karena kurang tidur atau stres kerja. Cuaca yang sering berubah ternyata bisa memengaruhi sistem imun tubuh kita. Terutama jika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, bawa payung jadi kebutuhan wajib. Jadi, jangan sampai kehujanan tanpa persiapan!

Saat cuaca seperti ini, penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Minum air putih yang cukup, tidur teratur, makan makanan bergizi, dan konsumsi suplemen atau vitamin jika diperlukan. Jangan sampai cuaca yang tidak menentu membuat kamu jatuh sakit.

Jika kamu juga merasa cuaca akhir-akhir ini bikin tubuh gampang flu, share artikel ini ke teman-temanmu. Biar kita bisa saling menjaga, meskipun cuaca kadang tidak bisa diprediksi. Cuaca boleh berubah-ubah, tapi kita harus tetap menjaga tubuh tetap kuat dan sehat.(*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bmkg #tulungagung #cuaca