TULUNGAGUNG — Pertama kali bagi Candi Sanggrahan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, salah satu situs cagar budaya kebanggaan Tulungagung, terendam banjir sejak dua hari terakhir.
Hingga Rabu (14/5) di Candi Sanggrahan Tulungagung, ini banjir yang merendam salah satu candi kebanggaan Tulungagung ini belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Banjir di Candi Sanggrahan Tulungagung ini diduga akibat meluapnya air sungai di dekat area candi.
Dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Tulungagung dalam beberapa hari terakhir.Air banjir yang merendam kawasan sekitar Candi Sanggrahan lebih tinggi dari mata kaki orang dewasa.
Tidak hanya kompleks Candi Sanggrahan, genangan juga meluas hingga ke permukiman warga yang berada di sekitar situs bersejarah asli Tulungagung tersebut.
Juru pelihara Candi Sanggrahan Tulungagung, Muadin mengatakan, banjir yang merendam situs tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Baru kali ini terjadi.
Menurut dia, banjir di Candi Sanggrahan ini akibat luapan air sungai yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi candi bercorak Buddhis tersebut. "Sudah kami laporkan ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, Trowulan. Kami masih menunggu penanganannya," katanya.
Dia menjelaskan, meski sebagian area tergenang, candi utama dari Candi Sanggrahan yang berada di tengah dan memiliki posisi lebih tinggi masih aman dari rendaman.
Namun, kondisi ini tetap menjadi perhatian, terutama menjelang rangkaian perayaan Waisak yang akan digelar pada 18 Mei mendatang di Candi Sanggrahan Tulungagung. "Setiap tahunnya, umat Buddha di Tulungagung rutin mengadakan ritual keagamaan di Candi Sanggrahan sebagai bagian dari peringatan Hari Raya Waisak", ungkapnya.
Dia menambahkan, sejak selesai dipugar pada tahun 2023, Candi Sanggrahan semakin diminati sebagai destinasi wisata budaya.
Dalam sebulan, tercatat sekitar 400 hingga 600 pengunjung datang untuk menikmati keindahan dan sejarah yang ditawarkan situs peninggalan era Majapahit ini. "Sudah tahun keempat umat Buddha Tulungagung merayakan Hari Raya Waisak di Candi Sanggrahan," pungkasnya. (sri/c1/din)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz