TULUNGAGUNG- Puluhan calon jemaah haji (JCH) cadangan Tulungagung dipastikan sudah menerima vaksin meningitis.
Meski begitu, data vaksinasi calon jemaah haji (JCH) cadangan Tulungagung dimungkinkan masih akan bertambah seiring pengajuan yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung.
Proses vaksinasi meningitis bagi calon jemaah haji cadangan di Tulungagung terus berproses sejak beberapa waktu lalu.
Sampai saat ini tercatat 89 calon jemaah haji cadangan di Tulungagung yang sudah mendapatkan suntikan vaksin.
Total jemaah haji cadangan yang dilaporkan Kantor Kemenag Tulungagung dan berpotensi berangkat haji di bulan ini mencapai 132 calon jemaah haji.
Artinya masih ada sekitar 43 jemaah haji cadangan lain yang sampai saat ini belum menerima jatah vaksin meningitis sebelum berangkat ke Tanah Suci.
"Data kami yang masuk masih ada sekitar 89 calon jemaah haji. Sampai saat ini belum ada lagi data yang masuk untuk kami melakukan vaksinasi bagi JCH cadangan," kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Desi Lusiana Wardani.
Ketersediaan vaksin meningitis saat ini mencapai sekitar 25 dosis. Rencananya, stok akan diberikan pada calon jemaah haji cadangan yang belum menerima jatah vaksin.
Sesuai aturan yang berlaku, vaksin harus sudah disuntikkan paling lambat dua pekan sebelum calon jemaah haji bertolak ke Arab Saudi.
Untuk diketahui, 89 JCH cadangan Tulungagung rencananya akan diberangkatkan bersama dengan kloter 48 ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Rabu (14/5) dini hari. Tepatnya pukul 00.00.
Artinya, 43 calon jemaah haji cadangan yang belum mendapatkan suntikan vaksin meningitis baru diizinkan bertolak ke Kota Pahlawan begitu menerima vaksin.
"Kalau mau berangkat bulan Mei 2025 sesuai ketersediaan kloter gelombang kedua Jawa Timur, harus segera mendapat suntikan vaksin meningitis. Kalau hari ini baru dapat vaksin, berarti bisa berangkat dua minggu lagi," ujar perempuan berjilbab ini.
Sebagai tindak lanjut, dinas juga berupaya menambah dosis vaksin meningitis sesuai dengan total jemaah haji cadangan Tulungagung. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk meminta tambahan dosis vaksin.
Lalu, lanjut Desy, Dinkes Tulungagung bakal menjalin komunikasi dengan pemerintah kota/kabupaten lain dalam upaya memastikan ketersediaan stok vaksin di Tulungagung.
Adapun proses pemberian vaksin kepada JCH dilakukan di masing-masing puskesmas sesuai dengan domisili jemaah.
"Vaksin meningitis yang sudah disuntikkan ini berlaku selama satu tahun. Jadi, meskipun JCH cadangan sudah mendapat vaksin tetapi tidak jadi berangkat, tahun depan tidak perlu vaksin lagi," kata Desy. (dit/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah