TULUNGAGUNG - Tradisi budaya lokal masih terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Tulungagung. Salah satunya adalah tradisi bersih desa yang digelar oleh warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (16/5/2025), bertepatan dengan tanggal 18 Sela dalam penanggalan Jawa.
Kegiatan bersih desa ini menjadi agenda tahunan yang rutin dilakukan oleh masyarakat Ringinpitu sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghormatan kepada para leluhur desa yang telah berjasa dalam membangun dan membabat wilayah ini. Meski dilaksanakan secara sederhana, makna dan nilai filosofis dari tradisi ini tetap terjaga.
Kepala Desa Ringinpitu, Suwito menyampaikan, pelaksanaan bersih desa tahun ini memang dibuat sederhana. Namun, kesederhanaan itu sama sekali tidak mengurangi nilai dan tujuan dari pelaksanaan tradisi bersih desa itu sendiri.
“Bersih desa ini menjadi momen penting untuk berdoa bersama, memohon perlindungan dan kemakmuran bagi seluruh warga. Kita juga mendoakan para leluhur yang telah berjasa membangun desa ini. Meskipun dilaksanakan sederhana, tidak mengurangi makna dan filosofinya,” ujarnya.
Suwito juga menambahkan, kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata gotong royong dan kekompakan warga. Harapannya, melalui pelestarian tradisi semacam ini, masyarakat Ringinpitu bisa terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, serta menjadikan desa lebih maju dan warganya semakin makmur.
“Kami berharap, melalui acara bersih desa ini, Desa Ringinpitu semakin menjadi desa yang maju, rakyatnya makmur, warganya rukun dan sejahtera. Tradisi ini adalah bagian dari jati diri kita,” tegasnya.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari, tepatnya selepas salat Subuh, dengan pelaksanaan khataman Alquran. Tradisi ini digelar sebagai bentuk doa dan harapan agar masyarakat Desa Ringinpitu senantiasa diberi keselamatan, rezeki yang berkah, dan kehidupan yang damai.
Setelah salat Jumat, dilanjutkan dengan prosesi nyadran atau ziarah ke makam para leluhur dan tokoh-tokoh yang dahulu melakukan babad Desa Ringinpitu. Prosesi ini bukan hanya simbol penghormatan terhadap pendahulu, tetapi juga sebagai bentuk pengingat sejarah dan perjuangan panjang masyarakat dalam membangun desa hingga menjadi seperti sekarang.
Acara puncak digelar pada sore harinya dengan pelaksanaan wilujengan atau kenduri bersama yang dilaksanakan di Pendapa Rajasa Kusumapura, yang berada di Balai Desa Ringinpitu. Dalam kenduri ini, seluruh unsur lembaga desa turut hadir, mulai dari perangkat desa, BPD, LPM, perwakilan RT/RW, hingga tokoh masyarakat. Tidak ketinggalan, perwakilan warga juga ikut memeriahkan bersih desa tahun ini.
Pelaksanaan bersih desa ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana masyarakat Tulungagung, khususnya di Ringinpitu, terus menjaga warisan budaya lokal. Di tengah modernisasi dan perkembangan zaman, pelestarian nilai-nilai tradisional seperti ini sangat penting agar generasi muda tetap mengenal dan menghargai akar budaya mereka.
Dengan semangat kebersamaan, doa, dan harapan yang disampaikan dalam kegiatan bersih desa ini, masyarakat Desa Ringinpitu menunjukkan bahwa menjaga tradisi bukan berarti menolak kemajuan. Sebaliknya, tradisi dijadikan sebagai fondasi spiritual dan sosial untuk membangun masa depan desa yang lebih baik. (sri/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah