Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Begini Potret Stunting di Tulungagung, Stunting Jadi Masalah Serius

Sandy Sri Yuwana • Sabtu, 17 Mei 2025 | 03:07 WIB

Beginilah potret stunting di Tulungagung, satu dari empat balita terkena stunting
Beginilah potret stunting di Tulungagung, satu dari empat balita terkena stunting

TULUNGAGUNG - Satu dari empat balita di Kabupaten Tulungagung mengalami stunting. Kasus balita stunting di Kabupaten Tulungagung rupanya sedang menjadi masalah serius dan membutuhkan campur tangan pemerintah untuk mengentaskan kondisi tersebut.

Kasus stunting yang terjdi di Kabupaten Tulungagung tersebut mendapat respons dan perhatian khusus dari anggota DPR RI komisi IX yang juga membidangi kesehatan masyarakat Tulungagung.

"Ini harus segera ada intervensi dari pemerintah, khususnya Kabupaten Tulungagung. Agar kasus stunting bisa segera teratasi," ungkap Heru Tjahjono, anggota DPR RI komisi IX dengan lingkup tugas dibidang kesehatan, ketenagakerjaan dan jaminan sosial, ketika dikonfirmasi pada kunjungannya di Kabupaten Tulungagung pekan lalu (9/5).

Wakil rakyat dari dapil Jawa Timur VI yang meliputi wilayah Blitar, Kediri dan Tulungagung ini, berjanji akan segera berupaya membantu mengentaskan kasus balita stunting di Kabupaten Tulungagung dengan cara membawa fakta kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Tulungagung melalui rapat dengar pendapat (RDP) dengan kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga.

Menurut Heru, pengentasan kasus stunting di Kabupaten Tulungagung ini harus menyeluruh dan sedini mungkin.

Perhatian yang diberikan tidak hanya melulu tentang pemenuhan nutrisi saja, namun juga pada pola asuh anak sehingga balita di Tulungagung dapat dientaskan dari bayang-bayang stunting.

Kemudian tidak kalah pentingnya dan harus dimengerti masyarakat Tulungagung adalah kepedulian sejak dini, mulai dari perhatian terhadap calon pengantin.

Heru menyebut hal-hal tersebut harus benar-benar diatur. "Tentunya agar Kabupaten Tulungagung terbebas dari kasus balita stunting," tandasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati. Dia menyebut satu dari empat balita di Kabupaten Tulungagung mengalami stunting.

Hal tersebut disebutkannya dalam sebuah forum sosialisasi yang dilakukan BKKBN Jawa Timur kepada masyarakat di Kabupaten Tulungagung pada beberapa waktu lalu.

Dia juga berharap agar masyarakat lebih memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi terjadinya kasus stunting pada balita.

Dan juga menghindari resiko-resiko yang bisa menyebabkan balita mengalami stunting.

"Dari kejadian tersebut, dapat diartikan kasus balita stunting di Tulungagung cukup tinggi," tegasnya.

Sekadar diketahui, pengentasan kasus stunting saat ini sedang menjadi salah satu fokus utama dari pemerintah pusat maupun daerah, khususnya di Tulungagung.

Terbukti dari dibuatnya program-program baru oleh pemerintah, yang berfokus pada pengentasan stunting.

Program-program pengentasan stunting tersebut telah dijalankan di seluruh daerah, mulai dari plosok di desa-desa hingga di pemerintahan pusat. (sri/din)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#Heru Tjahjono #tulungagung #stunting