TULUNGAGUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung buka suara terkait kasus viral seorang pria berinisial ZF, 21, asal Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, yang mengamuk sambil membawa senjata tajam di depan Pasar Burung, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, beberapa waktu lalu.
ZF diduga mengalami gangguan jiwa dan sempat membuat warga panik saat beraksi di jalan raya. Namun, menurut penjelasan Dinkes Tulungagung, peristiwa tersebut ternyata disebabkan oleh kondisi kejiwaan serius yang dialami ZF.
Pengelola Program Kesehatan Jiwa Dinkes Tulungagung, Heru Santoso menyebut, berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian, ZF telah menunjukkan tanda-tanda gangguan jiwa di lingkungan rumahnya seperti mondar-mandir dan mudah marah.
Keluarga pun sempat melaporkan ke puskesmas, dan diarahkan membawa ZF ke RSI Madinah, Ngunut, Tulungagung. “Namun saat tiba di RSI Madinah, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa mereka tidak menerima pasien rawat inap gangguan jiwa. Pasien disarankan dirujuk ke rumah sakit jiwa di Lawang atau Surabaya,” terang Heru.
Karena keterbatasan dan situasi saat itu, keluarga memutuskan membawa ZF pulang lebih dulu. Namun dalam perjalanan pulang, ZF mulai gelisah dan mengamuk. Setibanya di rumah, situasi semakin tidak terkendali hingga keluarga meminta bantuan ke polsek setempat.
Sayangnya, kehadiran polisi justru membuat ZF semakin marah dan akhirnya kabur, hingga kejadian yang sempat terekam warga dan viral di media sosial.
“Dari asesmen awal kami, ZF terindikasi mengalami gangguan jiwa jenis depresi. Bahkan, kejadian viral kemarin sejatinya adalah bentuk percobaan bunuh diri,” tegas Heru.
Dia menjelaskan, segala bentuk percobaan bunuh diri, sekecil apa pun, sudah masuk dalam kategori darurat dan menjadi indikasi kuat untuk dilakukan rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur.
Saat ini, ZF sedang menjalani perawatan intensif di RSUD dr Iskak Tulungagung akibat luka-luka yang cukup serius akibat aksinya sendiri. “Luka cukup parah terdapat di bagian kepala dan dada, yang berasal dari sayatan pecahan kaca yang dilakukan sendiri olehnya,” jelas Heru.
Setelah kondisi fisik ZF stabil dan luka-lukanya dinyatakan sembuh oleh tim medis, dinkes akan segera merujuk pasien ke RSJ yang ada di wilayah Jawa Timur untuk menjalani perawatan jiwa lebih lanjut.
Dia menegaskan, pihak dinkes akan menangani kasus ini sesuai dengan SOP penanganan pasien ODGJ, khususnya yang dalam kondisi mengamuk dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami sudah punya prosedur khusus dalam penanganan ODGJ dengan kondisi seperti ini. Koordinasi dengan rumah sakit, akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (sri/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah