Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dianggar Melalui BTT atau PAK, Pemkab Tulungagung: Rp 600 Juta untuk Perbaikan Jembatan Sukorejo yang Ambrol Akibat Cuaca Buruk

Aditya Yuda Setya Putra • Senin, 19 Mei 2025 | 01:15 WIB
Kondisi Jembatan Desa Sukorejo, Kecamatan Karangrejo, yang ambrol akibat luapan air sungai pada pekan lalu.
Kondisi Jembatan Desa Sukorejo, Kecamatan Karangrejo, yang ambrol akibat luapan air sungai pada pekan lalu.

Tulungagung – Menanggapi laporan kerusakan jembatan Desa Sukorejo, Kecamatan Karangrejo, Dinas PUPR Tulungagung mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran mencapai ratusan juta. Alokasi akan dilakukan melalui PAK atau BTT.

Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hary Subagyo menerangkan, perbaikan Jembatan Sukorejo masuk dalam rencana revitalisasi jembatan di tahun ini.

“Sukorejo itu sebenarnya kita anggarkan tahun ini. Kita anggarkan sudah mau kita pelaksanaan tapi dengan adanya banjir itu kan (kerusakannya Red) lebih lebar. Ini lagi kita hitung kebutuhan riil itu berapa dengan adanya ambrol itu,” ujarnya.

Ada dua skema pengaggaran yang ditimbang. Pertama melalui belanja tidak terduga (BTT) di dalam APBD. Tapi, skema ini perlu berbagai persyaratan administratif lebih lanjut. Atau menganggarkan melalui PAK.

“Kalau bisa-bisanya itu di PAK atau mungkin kita masih koordinasi dengan BPBD. Apakah bisa diambilkan dari BTT. Karena kan perlu SK bencana juga,” sambungnya.

Umumnya, penganggaran yang bersumber dari BTT memang bisa direalisasi dalam waktu yang lebih singkat. Sebaliknya, penganggaran dari PAK biasanya baru bisa dilakukan di semester kedua.

“Kalau BTTT kira-kira ndak sampai bulan Agustus. Juni-Juli kita sudah bisa adakan,” ungkapnya.

Laki-laki yang juga menjabat sebagai Plt Kepala DLH Tulungagung ini menambahkan, pemkab menganggarkan sekitar Rp 300 juta untuk kebutuhan perbaikan atau revitalisasi awal.

Jumlah itu meningkat dua kali lipat menjadi sekitar Rp 600 juta begitu Jembatan Sukorejo ambrol pada pekan lalu.

Untuk memastikan tak muncul korban akibat jembatan rusak, pemkab, pimpinan wilayah setempat, dan warga sepakat menutup sementara akses Jembatan Sukorejo.

Hary mengungkapkan, tahun ini ada sekitar lima jembatan rusak yang masuk dalam agenda perbaikan di dinas.

Di antaranya, Jembatan Sokorejo dan Jembatan Junjung Sumbergempol. Mengingat seretnya anggaran di tahun ini, ada kemungkinan realisasi perbaikan di sejumlah titik baru bisa digelar di tahun depan.

“Sebenarnya kalau mapping banya. Beberapa jembatan kayak Jurang Angklung itu kita komunikasikan dengan pihak JLS. Dibantu diperbaiki oleh JLS,” kata Hary.

“Terus ada beberapa jembatan di bantengan banyak sebenarnya jembatan-jembatan seperti itu yang perlu perbaikan,” imbuhnya. (dit)

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#jembatan rusak tulungagung #tulungagung #dinas pupr tulungagung #Apbd Tulungagung #revitalisasi jembatan #jembatan sukorejo #DLH TULUNGAGUNG