TULUNGAGUNG – Desa Ngepeh, Kecamatan Bandung, Tulungagung, kembali menggelar tradisi bersih desa, Minggu (18/5/2025).
Kegiatan bersih desa di Desa Ngepeh, Tulungagung, kali ini tak kalah meriah dari tahun sebelumnya.
Kegiatan rutin tahunan di salah satu desa di Tulungagung tersebut menjadi ajang guyub rukun masyarakat dan digelar selama dua hari, yaitu pada tanggal 17–18 Mei 2025.
Bersih Desa Ngepeh mempunyai berbagai rangkaian acara yang sarat nilai sosial dan spiritual.
Aula kantor Desa Ngepeh menjadi tempat digelarnya acara puncak perayaan.
Ditandai dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dari seluruh dusun di Desa Ngepeh.
Santunan tersebut menjadi wujud kepedulian warga yang secara sukarela mengumpulkan dana melalui forum Jemaah Yasinan
"Antusiasme warga luar biasa. Hampir semua ikut menyumbang lewat jemaah. Ini menunjukkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi," ujar Kepala Desa Ngepeh, H. Asmudi, 54, saat ditemui di sela acara.
Setelah santunan, malam harinya dilanjutkan dengan pengajian umum yang menghadirkan mubalighah kondang dari Surabaya, Ning Umi Laila.
Ribuan warga antusias memenuhi wilayah kantor desa untuk mengikuti tausiah tersebut.
Tausiah kali ini mengangkat tema “Bersih Desa, Bersih Hati, Selamat Dunia Akhirat”.
“Tujuan dari kegiatan ini tidak lain agar masyarakat senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, dan keberkahan. Selain itu, kami ingin terus melestarikan tradisi adat warisan leluhur,” tambah H. Asmudi.
Rangkaian bersih desa tahun ini diawali pada Jumat (17/5/2025) dengan acara kirab miniatur suara yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.
Tak hanya warga desa, bahkan kirab ini juga diikuti pencinta suara miniatur dari dalam maupun luar Kecamatan Bandung.
Suasana penuh kegembiraan terlihat saat warga berbondong-bondong menyaksikan parade kreatif tersebut.
Baca Juga: Bersih Desa, Tradisi Budaya Khas Tulungagung yang Tetap Lestari di Era Modern
Dari sisi pendanaan, kegiatan bersih desa bersumber dari dana desa melalui alokasi anggaran operasional.
Selain itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi pilar utama suksesnya acara, baik dalam bentuk materi maupun tenaga.
“Kami bangga karena donasi datang dari warga sendiri. Ini semangat gotong royong yang masih sangat kuat,” kata H. Asmudi.
“Kami juga mendapat dukungan penuh dari lembaga desa seperti BPD, LPM, karang taruna, PKK, RT/RW, hingga tokoh agama dan masyarakat,” jelas H. Asmudi.
Baca Juga: Lakon Wahyu Katentreman Meriahkan Bersih Desa Tanggung Tulungagung
Persiapan kegiatan ini dilakukan sejak jauh hari.
Setidaknya empat kali rapat koordinasi melibatkan berbagai unsur mulai dari BPD, LPM, RT/RW, karang taruna, PKK, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat (Toga Tomas).
Menutup rangkaian acara, para tamu undangan dari muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga anggota DPRD turut hadir memberikan apresiasi.
“Harapannya, tradisi bersih desa ini bisa terus dijaga dan menjadi sarana mempererat ukhuwah serta menciptakan lingkungan desa yang aman, kondusif, dan penuh berkah,” tutupnya. (rin/c1)
Editor : Didin Cahya Firmansyah