TULUNGAGUNG - Gelaran kick off Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) tahun 2025 sukses digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung pada Senin, 19 Mei 2025.
Sebagai wujud sinergi strategis pengendalian inflasi di Tulungagung, program SPI menjadi salah satu upaya Bank Indonesia dan Pemda Tulungagung untuk ketahanan pangan masyarakat.
Program SPI di Tulungagung ini sekaligus menjadi langkah swasembada pangan berbasis komunitas sekolah.
Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Soeroto mengatakan, program SPI yang diprakarsai oleh Bank Indonesia bersama Pemkab Tulungagung ini perlu diapresiasi.
Sebab, visi program SPI sendiri sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tulungagung dalam mewujudkan masyarakat sejahtera, mandiri, memiliki daya saing, dan berakhlak mulia.
"Kami berharap dengan kegiatan ini berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah sebagai bagian dari gerakan bersama membangun kemandirian pangan dan kesadaran ekonomi masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat mengatakan, setidaknya ada 25 sekolah tingkat SMP/MTs di Tulungagung aktif dalam menanam dan merawat tanaman pangan dengan lahan terbatas.
Tentu dengan adanya program SPI menjadi program inisiatif edukatif dengan menanamkan pemahaman terkait inflasi.
Tak hanya itu, program SPI di Tulungagung ini juga dapat membangun siswa perilaku belanja bijak, dan keterampilan urban farming.
"Tentu dengan pendekatan terpadu, generasi muda di Tulungagung ini diharapkan dapat menjadi fondasi kesadaran ekonomi sekaligus kontribusi nyata terhadap stabilitas harga pangan daerah," ucapnya.
Selain itu, pada kegiatan kick off Program Sekolah Peduli Inflasi yang dilakukan pada Senin, 19 Mei 2025, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso ini juga turut diluncurkan Aplikasi Cermat (cerdas mengelola inflasi dan tanaman).
Dimana aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pelaporan kegiatan urban farming di sekolah secara berkala.
"Melalui aplikasi ini, sekolah dapat mencatat dan memantau hasil panen komoditas pertanian secara real time, sehingga ketersediaan data produksi dapat diakses dengan lebih akurat dan efisien," ucapnya.
Mendapati hal itu, pihaknya berharap program SPI ini mampu mencetak generasi yang cerdas, peduli, dan mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz