Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemandangan Pantai Selatan Tulungagung Tak Lagi Cantik akibat Tumpukan Sampah Terbawa Aliran Air Sungai

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 20 Mei 2025 | 01:03 WIB
Kondisi bibir Pantai Gemah yang dipadati sampah.
Kondisi bibir Pantai Gemah yang dipadati sampah.

Tulungagung – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Bumi Ngrowo dalam beberapa waktu membuat tumpukan sampah bermuara di pesisir selatan. Kondisi ini menyebabkan pemandangan di sepanjang garis pantai di sekitar terowongan Niyama tak lagi elok.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, Aris Wahyudiono mengatakan bahwa pihaknya memang belum menerima laporan luapan sampah di pantai selatan secara resmi.

Meski begitu, dinas segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk melakukan penanganan awal di sejumlah lokasi yang terdampak.

“Itu tidak hanya terkait sampah. Tetapi terkait tingkat kunjungan. Terus ketersediaan makan-minum yang ada di sana dan sebagainya. Kita selalu komunikasi dengan teman-teman,” ucapnya.

Baca Juga: Trotoar Jalan Teuku Umar Bakal Dibongkar, Dinas PUPR Tulungagung Siapkan Rp 2,5 M untuk Perbaikan Total

Dia mengungkapkan, dalam dua pekan terakhir wilayah Tulungagung dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Buntutnya, terjadi peningkatan debit air sungai dari berbagai wilayah di Tulungagung dan sekitarnya. Aliran air sungai yang membawa berbagai sampah ikut terbawa hingga bermuara di Kali Niyama.

Shingga, sampah-sampah yang terbawa arus air kini membanjiri sejumlah kawasan wisata pantai di pesisir selatan.

“Karena kita ketahui bersama itu adalah aliran dari sungai yang ada di Kabupaten Tulungagung dan kalau ndak salah Trenggalek juga ada di situ. Itu memang muaranya jadi satu di Niyama dan pintu air itu akan dibuka ketika debit air sudah tinggi,” ujar Aris saat ditemui Jawa Pos Radar Tulungagung, Senin (19/5) pagi.

Baca Juga: Sambut Baik Sinergitas Bank Indonesia dengan Pemerintah Tulungagung, Berikut Manfaat Program Sekolah Peduli Inflasi

“Jadi otomatis beberapa hari terakhir ini sampah yang ada di (Pantai, Red) Midodaren. Gemah, Bayem dan pantai sekitarnya itu otomatis meningkat. Karena itu sampah dari aliran sungai, bukan sampah pengunjung,” sambungnya.

Laporan yang dihimpun dinas, sejumlah pengelola wisata mulai melakukan penanganan lanjutan. Salah satunya dengan menerjunkan alat berat dalam proses pembersihan pantai.

Meski begitu, Aris mengeklaim jumlah kunjungan wisata dalam dua pekan terakhir cenderung meningkat. Adanya libur panjang di awal pekan ini disebut jadi salah satu faktor utama.

“Kalau jumlah kunjungan alhamdulillah kayaknya kok tetap bagus. Apalagi kemarin long weekend itu jadi tingkat kunjungan di beberapa pantai yang saya sebutkan tadi tingkat kunjungannya bagus,” akunya.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Tulungagung, Yudha Yanuar Hadi mengatakan bahwa pengerukan sampah di aliran sungai digelar rutin oleh berbagai pihak.

“Tapi mungkin biasanya saking banyaknya ranting pohon terus kayu-kayu dan lain-lain biasanya masih ada yang terlewat. Terus kemarin pada saat kita rapat itu solusinya jadi dari PJT itu memfasilitasi pengambilan sampah atau pengangkutan sampah di pantai-pantai yang terdampak,” terangnya.

Skema ini sudah disepakati dalam rapat dan koordinasi yang digelar pada periode 2023-2024 lalu. Bahkan, persoalan ini memang beberapa kali terjadi. Tapi, harus diakui bahwa dampak yang terjadi di bulan ini lebih masif dari sebelumnya.

“Kalau penanganan dari kami sebenarnya kita kan juga sudah melakukan pembersihan di Satgas Ngrowo itu. Tetapi kan secara jam kerjanya terbatas. Dari pukul 06.00 sampai pukul 11.00. Jadi istilahnya kan sampah kalau yang setelah jam tersebut terus bablas ke selatan,” ujar Yudha.

Baca Juga: Bentuk Postur Ideal Anak dan Remaja, Berikut Manfaat Sanggar Kreasi Tari Kontemporer Mahasiswa Universitas Tulungagung

Dia mengatakan bahwa Pantai Niyama, Pantai Sidem, Pantai Midodaren, dan Gemah jadi destinasi wisata yang paling terdampak, meski kondisi ini juga terjadi di sejumlah destinasi lain di wilayah pesisir selatan.

Kondisi ini diprediksi akibat meningkatnya produksi sampah masyarakat. begitu tak dikekola dengan baik, sampah rumah tangga terbawa hujan dan mengarah ke aliran sungai hingga bermuara di pantai selatan.

“Makanya otomatis sampah juga akan meningkat. Selain itu, peningkatan ekonomi juga pasti berpengaruh. Semakin banyak kegiatan ekonomi, pasti tidak akan menambah timbunan sampah,” jelasnya.

Baca Juga: Menjelajah Alam, Menyegarkan Jiwa Manfaat Trail Run yang Tak Terduga

Aksi bersi pantai skala besar yang melibatkan lintas sektor digelar pada Februari lalu. menurut Yudha, kegiatan ini bakal coba diagendakan kembali dalam waktu dekat sebagai salah satu langkah penanganan dampak di lapangan.

“Coba nanti kita akan koordinasikan (dengan pihak-pihak, Red) yang terkait,” ucapnya. (dit)

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#pantai midodaren #tulungagung #terowongan niyama #disbudpar tulungagung #kali niyama #niyama #Pantai Sidem #pantai gemah #pantai tulungagung #DLH TULUNGAGUNG