TULUNGAGUNG - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, muncul sebuah inovasi menarik dari sekelompok mahasiswa Universitas Tulungagung yang menghadirkan es krim dengan manfaat fungsional.
Diberi nama Es Puter Tradizio, produk ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga diklaim dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.
Inovasi ini hadir berdasarkan riset dari Mahasiswa UNITA Tulungagung yang diketuai oleh Ely via Bustanul nur halisha dan dibantu oleh anggota tim yaitu Laila nur fajar wahyu ningtyas,Miladatur rosidah dan Septipuji rahayu.
Riset ini didampingi oleh salah satu dosen di prodi administrasi publik FISIP UNITA Tulungagung yaitu ibu Laily Purnawati,S.IP.,M.Si.
Diharapkan riset ini nanti bisa menghasilkan produk es krim sehat akan tetapi tetap nikmat dan dapat dinikmati masyarakat, khususnya di Tulungagung.
Es Krim yang Mengangkat Kesehatan Mental
Es Puter Tradizio hadir sebagai respons terhadap data mengejutkan dari WHO yang menyebut lebih dari 300 juta orang di dunia mengalami depresi.
Di Indonesia sendiri, tekanan hidup, kecemasan, dan stres semakin meluas seiring perubahan sosial dan ekonomi.
Melalui pendekatan kuliner, tim mahasiswa asal Tulungagung ini berhasil menciptakan es krim yang mengandung bahan alami dengan manfaat psikologis, seperti cokelat hitam, stroberi, dan kacang-kacangan lokal dari Blitar dan sekitarnya.
Cokelat hitam yang kaya antioksidan dan polifenol dipilih sebagai bahan utama karena telah terbukti mampu memperbaiki suasana hati dan mendukung fungsi otak. Dengan branding sebagai es krim “anti depresan”, Es Puter Tradizio memberikan pilihan camilan sehat, nikmat, dan fungsional.
Menyasar Pasar Luas dengan Harga Terjangkau
Produk ini dirancang untuk dinikmati oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia (6–70 tahun dan memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental.
Mendukung SDGs dan Ekonomi Lokal
Salah satu keunikan dari Es Puter Tradizio adalah kontribusinya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Produk ini menggunakan bahan lokal berkualitas, dikemas dengan cone atau roti yang ramah lingkungan, serta memberdayakan petani sekitar.
Selain mengurangi jejak karbon dan limbah plastik, produk ini juga menciptakan nilai tambah terhadap komoditas lokal seperti santan kelapa, stroberi, dan cokelat di Tulungagung.
Hal ini membuka peluang kerja, terutama di wilayah pedesaan, serta memperkuat ekonomi komunitas.
Harapannya ke depan melalui inovasi ini, Es Puter Tradizio tak hanya hadir sebagai produk kuliner buatan Mahasiswa UNITA Tulungagung, melainkan juga sebagai kampanye sosial dalam mengatasi isu kesehatan mental dengan cara yang lebih menyenangkan, terjangkau, dan lokal.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz