TULUNGAGUNG-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN) mulai direalisasikan di Kecamatan Ngunut Tulungagung.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalangan Ngunut Tulungagung secara resmi dicanangkan dan mulai mendistribusikan makanan bergizi kepada 2.763 siswa dari 26 sekolah dasar (SD) sebagai penerima manfaat, Senin (19/5).
Distribusi makanan bergizi tahap awal ini menyasar lima desa, yakni Kacangan, Kalangan, Ngunut, Sumberingin Kidul, dan Sumberejo Wetan, di Kecamatan Ngunut Tulungagung.
Untuk peluncuran program ini menjadi titik awal pelaksanaan layanan gizi yang berkelanjutan dengan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, kuat, dan berkualitas.
Melalui penyediaan makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia sekolah, diharapkan program ini dapat meningkatkan konsentrasi belajar serta ketahanan tubuh para siswa.
Owner Yayasan Rajawali Unggul Berdaya sebagai mitra pelaksana SPPG, Joko Ibrahim menyampaikan, keberhasilan program ini tidak lepas dari kepercayaan yang diberikan BGN.
“Kesempatan diberikan Badan Gizi Nasional ini menjadi amanah besar bagi kami. Kami merasa bangga dapat berperan membangun generasi masa depan melalui pemenuhan gizi harian yang layak dan sehat bagi anak-anak sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDN 4 Ngunut, Kamdani, salah satu penerima manfaat, menyampaikan apresiasinya.
Dia menilai program MBG sangat membantu, terutama bagi siswa yang datang ke sekolah tanpa sarapan.
“Kami melihat antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka menyukai menu yang disediakan. Harapannya, program ini dapat terus berjalan untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko sakit di kalangan siswa,” ungkapnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan, memberikan dampak positif yang berkesinambungan terhadap kualitas hidup dan pendidikan anak-anak di Kabupaten Tulungagung. (arm/din)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz