Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sanggar Seni Candra Mustika Tulungagung Membingkai Warisan Budaya di Era Modern

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 20 Mei 2025 | 19:05 WIB
Sanggar Seni Candra Mustika Tulungagung sedang menggelar kegiatan kesenian beberapa waktu lalu
Sanggar Seni Candra Mustika Tulungagung sedang menggelar kegiatan kesenian beberapa waktu lalu

TULUNGAGUNG - Sanggar Seni Candra Mustika Tulungagung melalui seni budaya mampu menembus tantangan untuk berkembang sesuai zaman.

Bersama Danang Sri Surya Wikunandha sebagai pemiliknya, sanggar seni di Tulungagung ini semakin jaya menciptakan insan-insan muda berbudaya dan berprestasi di bidang kesenian.

SANDY SRI YUWONO, Kedungwaru, Radar Tulungagung - Di tengah arus modernisasi yang deras dan terkadang mengikis nilai-nilai tradisional, Sanggar Seni Candra Mustika (SSCM) Tulungagung ini hadir sebagai pelestari budaya.

Berdiri sejak tahun 2018, sanggar seni di Tulungagung ini telah memiliki tiga cabang ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang ingin berkarya, belajar, dan mencintai budaya lokal.

Adalah Danang Sri Surya Wikunandha, pria berusia 33 tahun yang menjadi motor penggerak sanggar ini.

Bermukim di Perumahan Permata Kota 4, Ringinpitu, Tulungagung, Danang bukan hanya pendiri, tapi juga jiwa dari SSCM.

Di bawah kepemimpinannya bersama istrinya, SSCM berkembang tak sekadar menjadi tempat latihan seni tari dan musik, tetapi juga wadah edukasi kebudayaan dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa, khususnya di Tulungagung.

Dengan semangat kolektif, SSCM Tulungagung ini menjelma menjadi laboratorium budaya yang hidup, tempat di mana nilai, norma, dan kreativitas saling bertemu.

Di tengah tantangan zaman, mereka membuktikan bahwa budaya bukan sekadar masa lalu, tetapi juga masa depan.

“Di sini, bukan cuma soal untung rugi. Ada nilai-nilai pendidikan, norma, sejarah, hingga pelestarian yang kami tanamkan,” tutur Danang.

SSCM tidak berdiri semata-mata untuk profit. Sebaliknya, sanggar ini justru menjadi tempat anak-anak muda belajar menghargai warisan budaya sekaligus mengasah bakat dan keterampilan mereka.

Dalam komunitas ini, para anggotanya diajak berproses bersama, tidak hanya dalam berkesenian tapi juga dalam berorganisasi, berkolaborasi, dan tumbuh sebagai insan yang cinta budaya.

Yang menarik, SSCM Tulungagung kini tak hanya bergerak di bidang seni tari dan musik tradisional.

Selama perjalanannya, sanggar di Tulungagung ini akan terus berkembang menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi.

Danang mengaku memiliki sanggar seni seperti ini merupakan impiannya sejak dahulu. Karena sejalan dengan impiannya tersebut sehingga membuatnya merasa senang berproses dan mengembangkan sanggarnya tersebut. Terutama karena dia bisa ikut menjadi pelestari budaya dan kesenian.

“Yang kami rasakan selama ini lebih banyak sukanya. Kami bisa berkreasi dan berkarya bersama. Tidak ada dukanya,” ungkap Danang sambil tersenyum. (*/din)

 

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#tulungagung #sanggar seni #budaya #tradisi