Tulungagung – Perayaan Hari Raya Idul Adha 2025 tinggal menghitung hari. Sidak Pasar Hewan Terpadu (PHT) digelar pada Selasa (20/5) pagi. Tujuannya, untuk memastikan kondisi kesehatan ternak sebelum dipastikan siap dijadikan hewan kurban.
Begitu tiba di lokasi, petugas langsung memeriksa satu per satu ternak berkuku belah yang ada di pasar yang berada di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, ini.
“Kebetulan pas hari ini pasar Pahing di Pasar Hewan Terpadu. Kita melakukan kegiatan pemantauan dan monitoring terhadap ketersediaan hewan,” ucap Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung, Tutus Sumaryani.
Baca Juga: Ibu-Anak Hanyut Belum Ditemukan, BPBD Tulungagung Tambah Radius Pencarian hingga 4 Kilometer
Agenda kemarin secara khusus memang dialamatkan untuk memastikan hewan ternak yang diperjualbelikan di pasar hewan milik pemkab itu layak dijadikan hewan kurban.
Sayangnya, Tutus tidak merinci jumlah sapi dan kambing yang diperiksa oleh timnya di agenda ini. Sebab, petugas menerapkan metode sampling dalam pelaksanaan di lapangan.
Meski begitu, dia memastikan petugas tidak mendapati adanya temuan hewan ternak terindikasi sakit atau masuk kategori tidak layak dijadikan hewan kurban.
“Alhamdulillah untuk hari ini tadi tim kami yang sudah keliling, tidak menunjukkan adanya hewan sakit yang dibawa ke pasar hewan. Jadi semua dalam kondisi sehat,” kata perempuan berjilbab ini.
Secara umum, lanjut Tutus, petugas melakukan pemeriksaan fisik sapi dan kambing. Lalu, petugas juga melakukan pengecekan bagian-bagian tertentu secara spesifik.
Baca Juga: Pemkab Tulungagung dan Jajaran Forkopimda Tekankan Pentingnya Kemandirian Bangsa di Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117
Mulai dari pengecekan mata, hidung, mulut, kulit, bulu, hingga lubang kumlah.
“Apakah ada tanda-tanda hewan tersebut mengeluarkan sesuatu yang mencurigakan atau tidak. Misalnya dalam kondisi penyakit diare, dia nanti kan akan kelihatan,” lanjutnya.
Kegiatan pengecekan ternak bakal digelar secara rutin jelang hari raya Idul Adha yang diprediksi jatuh di awal bulan depan.
Hal serupa juga akan dilakukan pada titik-titik penjualan hewan ternak di pinggir jalan yang biasanya makin marak begitu mendekati Idul Adha.
“Kita juga melakukan pemantauan di pedagang-pedagang sapi, pengepul-pengepul itu, juga di penampungan yang biasa di jalan-jalan. Tapi kebetulan ini kan belum banyak. Kalau nanti semakin mendekati hari-H biasanya semakin banyak yang di luar (pasar, Red),” tandasnya.
Data yang dihimpun, populasi ternak sapi dan kambing saat ini terbilang melimpah. Rinciannya, jumlah kambing ternakan mencapai sektiar 173 ribu ekor. Lalu, jumlah sapi ternakan mencapai sekitar 126 ribu ekor.
Dipastikan jumlah itu akan mencukupi kebutuhan hewan ternak di Idul Adha tahun ini.
Sebab, menurut data pemotongan ternak di momen Idul Adha tahun lalu, rumah potong hewan (RPH) menerima sapi sebanyak 3.200 ekor dan kambing sebanyak 18 ribu ekor. Artinya, jumlah populasi di tahun ini dipastikan mengalami surprlus. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra