TULUNGAGUNG - Belakangan ini, pemandangan pantai di Tulungagung tak lagi nampak elok dengan pemandangan alamnya.
Dimana bibir pantai di Pantai Gemah Tulungagung terlihat dihiasi banyak sampah yang tersebar di sekitaran pantai.
Tentu potret ini sangat mengganggu wisatawan yang ingin menikmati liburannya di pantai selatan yang ada di Tulungagung.
Diketahui tumpukan sampah yang ada pada bibir Pantai Gemah Tulungagung ini berasal dari aliran sungai Niyama.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Tulungagung, Yudha Yanuar Hadi mengatakan, pengerukan sampah di aliran sungai telah digelar secara rutin oleh berbagai pihak.
Namun lantaran banyaknya ranting pohon dan sampah lainnya membuat sampah itu terlewat dari upaya pengerukan.
Pihaknya sendiri telah membahas terkait keberadaan sampah itu ke PJT Tulungagung. Dimana pihak PJT memfasilitasi pengambilan sampah maupun pengangkutan di pantai Tulungagung yang terdampak.
“Tapi mungkin biasanya saking banyaknya ranting pohon terus kayu-kayu dan lain-lain biasanya masih ada yang terlewat. Terus kemarin pada saat kita rapat itu solusinya jadi dari PJT itu memfasilitasi pengambilan sampah atau pengangkutan sampah di pantai-pantai yang terdampak,” terangnya.
Dimana skema tersebut telah disepakati pada rapat pembahasan itu yang telah digelar pada periode tahun 2023 hingga 2024 silam.
Bahkan fenomena sampah yang menghiasi pantai di Tulungagung telah terjadi beberapa kali. Namun dampak sampah yang ada pada bulan ini lebih masif dari sebelumnya.
“Kalau penanganan dari kami sebenarnya kita kan juga sudah melakukan pembersihan di Satgas Ngrowo itu. Tetapi kan secara jam kerjanya terbatas. Dari pukul 06.00 sampai pukul 11.00. Jadi istilahnya kan sampah kalau yang setelah jam tersebut terus bablas ke selatan,” ucapnya.
Dia mengaku, Pantai Niyama, Sidem, Midodaren, dan Gemah jadi destinasi wisata paling terdampak, meski kondisi ini juga terjadi di sejumlah destinasi lain di wilayah pesisir selatan.
Kondisi ini diprediksi akibat meningkatnya produksi sampah masyarakat. Begitu tak dikekola dengan baik, sampah rumah tangga terbawa hujan dan mengarah ke aliran sungai hingga bermuara di pantai selatan.
“Makanya otomatis sampah juga akan meningkat. Selain itu, peningkatan ekonomi juga pasti berpengaruh. Semakin banyak kegiatan ekonomi, pasti tidak akan menambah timbunan sampah,” jelasnya.
Aksi bersih pantai skala besar yang melibatkan lintas sektor digelar pada Februari lalu. Kegiatan ini bakal coba diagendakan kembali dalam waktu dekat sebagai salah satu langkah penanganan dampak di lapangan. “Coba nanti kita akan koordinasikan koordinasi yang terkait,” ucapnya. (dit/din)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz