Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pencarian Ibu dan Anak Hanyut di Tulungagung Terkendala Tumpukan Sampah, Basarnas: Terhambat Medan Sungai dan Tebing yang Curam

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 21 Mei 2025 | 03:30 WIB

Pencarian ibu dan anak yang hilang di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung  pada Senin (19/5) lalu, terus dilakukan tim gabungan. Namun terkendala medan dan tumpukan sampah.
Pencarian ibu dan anak yang hilang di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung pada Senin (19/5) lalu, terus dilakukan tim gabungan. Namun terkendala medan dan tumpukan sampah.

TULUNGAGUNG- Pencarian Eti Puspita Sari, 38, dan Najma Herra Ramadahni, 7, yang dilaporkan hanyut terbawa banjir di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung pada Senin (19/5), terus dilakukan tim gabungan termasuk Basarnas Trenggalek.   

Koordinator Basarnas Trenggalek, Fitrah Makasanda menjelaskan, banyak petugas yang menyusuri sungai di Pagerwojo, Tulungagung, ini berkelok di antara tebing yang sangat curam.

Pencarian dari titik pertama Basarnas Trenggalek bersama tim gabungan ini berhenti di air terjun Tretes yang lokasinya berada  di tengah hutan lereng Gunung Wilis sisi selatan masih masuk Tulungagung.

"Sampai di Tretes masih nihil. Korban belum ditemukan," kata Fitrah.

Baca Juga: Ibu-Anak Hanyut Belum Ditemukan, BPBD Tulungagung Tambah Radius Pencarian hingga 4 Kilometer

Setelah beristirahat sejenak, tim melanjutkan pencarian dengan menyusuri sungai deras hingga di muara, yakni Waduk Wonorejo Tulungagung dari sisi barat.

Jarak dari lokasi ibu anak hilang hingga muara diperkirakan sejauh 8 kilometer.

Selain sungai dan tebing yang curam, di bagian atas berupa jalan makadam dan jalan setapak berbatu naik turun, berkelok, dan sesekali menyeberangi sungai kecil berlumpur. Kondisi jalan sangat licin.

"Pencarian ini agak terhambat karena medan yang berat dan sulit. Tetapi, kami tetap akan mengoptimalkan pencarian berikutnya besok pagi," kata Wisnu, tim dari unsur muspika yang juga seorang anggota TNI itu. 

Menurut Wisnu, pencarian berikutnya tetap akan dilakukan dari sisi atas (hilir) dan sisi bawah (muara).

Sementara itu, di sekitar muara sungai yang berbatasan dengan Waduk Wonorejo, ratusan warga tampak menyebar dan antusias ikut melakukan pengamatan.

Baca Juga: Ibu dan Anak di Tulungagung Dikabarkan Hilang Terseret Arus Sungai Usai Melintas Jembatan Kayu, Warga Temukan Motor dan Jaket Tersangkut Ranting

Mereka bukan hanya warga tempat asal korban, melainkan juga warga Wonorejo dan warga dari desa-desa lain sekitar waduk.

Dalam kondisi seperti tersebut, memantau korban di permukaan air cukup sulit. Karena di sekitar muara terdapat banyak tumpukan sampah mengapung dan berbagai material bekas terbawa arus banjir.

Karenanya, pada pencarian keesokan harinya akan diupayakan untuk membersihkan tumpukan material tersebut.

"Dalam pencarian besok, tim SAR juga akan menggunakan perahu karet guna memantau langsung di tengah waduk," tambah Fitrah. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #Basarnas Trenggalek #Ibu anak hilang