Tulungagung – Masyarakat Tulungagung masih harus waspada. Sebab, dalam dua pekan terakhir, banyak terjadi bencana alam di berbagai wilayah. Kondisi ini membuat BPBD Tulungagung mengajukan perpanjangan status kebencanaan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma menerangkan, pihaknya banyak menerima laporan kebencanaan di awal pekan ini.
Bahkan, hingga Selasa (20/5) pagi, BPBD sudah menerima sedikitnya tiga laporan bencana tanah longsong, satu laporan bencana banjir, dan laporan orang hilang diduga hanyut akibat banjir.
“Jadi di Pagerwojo kemarin ada beberapa titik longsor. Ada di Dusun Tumpak Nongko, Desa Samar, itu menutup akses jalan desa. Untuk hari ini (20/5) sudah mulai dilakukan pembersihan oleh masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Kopi Luwak Kisah di Balik Secangkir Eksotisme Alam Indonesia
Lalu, lima rumah warga di Dusun Sendang Bedog, Desa Samar, juga dilaporkan terdampak tanah longsor. Rinciannya, dua rumah masing-masing milik Tukimen dan Samuji mengalami kerusakan pada dinding.
Dan satu rumah milik Yulianto dilaporkan mengalami kerukasakan pada bagian teras. Sedangkan, hunian milik Yatemo dan Suyadi dihantam material longsoran berupa lumpur di bagian belakang rumah.
Hal serupa juga terjadi di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang. Material longsor dilaporkan jatuh ke badan jalan di wilayah tersebut.
“(Di) Sendang ada jalan yang kita lakukan pembersihan (dengan menggunakan) ekskavator. Di Nyawangan longsor lagi. Kita koordinasi dengan instansi terkait lagi untuk permohonan alat berat,” ujar Gilang.
Baca Juga: 10 Makanan Penyembuh Luka yang Cepat dan Alami Rahasia Pemulihan dari Dalam
Kondisi ini masih bisa berlangsung, mengingat kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir sulit diprediksi. Itu sebabnya BPBD Tulungagung mengajukan perpanjangan status kebencanaan hingga akhir bulan depan.
“(Saat ini statusnya, Red) tanggap darurat. Ini sudah mengajukan perpanjangan ketiga. Kita ajukan sampai 30 Juni,” tegasnya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra