TULUNGAGUNG - Di balik tenangnya suasana pedesaan, geliat ekonomi baru tengah tumbuh subur di Desa Sodo, Kecamatan Pakel, Tulungagung.
Warga Desa Sodo, Tulungagung telah membuktikan bahwa pekarangan rumah bukan sekadar tempat menjemur pakaian tetapi juga ladang emas bagi budidaya ikan lele.
Lele merupakan ikan air tawar yang akrab di lidah masyarakat Indonesia, terutama di Tulungagung. Lumrah ikan lele ini menjadi primadona baru berkat permintaan pasar yang terus meningkat.
Dikenal murah, bergizi, dan mudah diolah, lele menjadi menu favorit di warung-warung makan hingga restoran di Tulungagung.
Melihat peluang tersebut, warga Desa Sodo, Kecamatan Pakel, Tulungagung memilih untuk tak tinggal diam dan berusaha menyambut peluang.
Alih-alih membuat kolam permanen yang mahal, warga Desa Sodo, Tulungagung ini justru memanfaatkan terpal sebagai media budidaya.
Tentu pertimbangannya lantaran terpal sebagai media budidaya membuat hasilnya lebih hemat biaya, mudah dalam perawatan, dan bisa dimulai dari skala kecil.
Dalam satu siklus panen yang hanya butuh waktu sekitar tiga bulan, pembudidaya lele di Desa Sodo, Tulungagung bisa meraup keuntungan bersih hingga jutaan rupiah.
“Saya mulai dari satu kolam terpal saja di belakang rumah. Sekarang sudah punya lima. Panen rutin, alhamdulillah cukup untuk biaya sekolah anak,” cerita Suparno (48), salah satu pelopor budidaya lele di Desa Sodo, Tulungagung.
Sembari menunjukan kolam-kolam terpal yang penuh dengan ikan lele siap panen, Suparno bersyukur dapat melihat peluang dalam budidaya lele dengan memanfaatkan pekarangan rumah.
Melalui pendampingan penyuluh pertanian dan program desa di Desa Sodo, Tulungagung para petani mulai dibekali pelatihan manajemen budidaya, efisiensi pakan, hingga teknik pemasaran digital.
Tujuannya untuk memperkuat posisi tawar petani terhadap tengkulak dan membuka akses ke pasar yang lebih luas di luar Tulungagung. Namun, inovasi Desa Sodo tak berhenti sampai di situ.
Dengan semangat berinovasi, warga Desa Sodo, Tulungagung mulai menjajal hilirisasi produk dari budidaya lele.
Adapun seperti Lele asap, abon lele, hingga keripik lele mulai dikembangkan dan dipasarkan di pameran UMKM lokal Tulungagung maupun melalui media sosial.
Kepala Desa Sodo, Ismangil menyampaikan optimismenya. “Kami ingin lele bukan sekadar dijual hidup, tapi juga dalam bentuk produk olahan," jelasnya.
"Tentu ini bukan hanya meningkatkan pendapatan, tapi juga membuka lapangan kerja baru, terutama untuk ibu-ibu,” tambahnya.
Kini, Desa Sodo, Tulungagung menjelma menjadi contoh desa mandiri yang memanfaatkan potensi lokal secara maksimal.
Dari kolam terpal di pekarangan hingga etalase produk olahan di pasar lokal Tulungagung, lele menjadi simbol harapan dan ketekunan warga desa dalam menghadapi tantangan ekonomi masa kini.(rin)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz