Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sentra Tembakau di Tulungagung, Inilah Kelebihan Tembakau dari Desa Gebang

Rinto Wahyu Hidayat • Kamis, 22 Mei 2025 | 18:30 WIB
Desa Gebang, Tulungagung menjadi desa tembakau yang Menyumbang Cita Rasa Nusantara
Desa Gebang, Tulungagung menjadi desa tembakau yang Menyumbang Cita Rasa Nusantara

 

TULUNGAGUNG - Di tengah hamparan sawah hijau yang berkilau diterpa mentari pagi, Desa Gebang, Kecamatan Pakel, Tulungagung menorehkan perannya sebagai salah satu desa penghasil tembakau unggulan di Kabupaten Tulungagung.

Tak hanya sebagai lahan pertanian, Desa Gebang, Pakel, Tulungagung telah menjadi denyut nadi ekonomi warga melalui tanaman yang akrab dengan aroma khas, tembakau.

Sebagai tanaman tropis, tembakau memerlukan iklim hangat dan tanah yang gembur dengan drainase baik, dimana pertanian di Desa Gebang, Tulungagung memiliki semua itu.

Tak heran jika sejak dulu, Desa Gebang, Tulungagung menjadi sentra pertanian tembakau yang produktif dan berkelanjutan.

Di sepanjang jalan, mata pengunjung akan dimanjakan dengan deretan tanaman tembakau yang tumbuh subur di pematang sawah di Desa Gebang, Tulungagung.

Warga desa dari segala usia bahu-membahu merawat tanaman dengan teknik yang diwariskan turun-temurunnya.

“Tembakau di Desa Gebang, Tulungagung dikenal kualitasnya. Bahkan ada pabrik rokok besar yang rutin membeli tembakau dari hasil pertanian kami,” ungkap Supardi (56), petani tembakau yang telah puluhan tahun menggarap lahan keluarganya.

Tidak berhenti pada proses tanam, Desa Gebang, Tulungagung juga memiliki sistem pengolahan pasca panen yang terorganisir.

Usai panen, daun-daun tembakau segar langsung disetorkan ke rumah-rumah perajangan milik warga di Desa Gebang, Tulungagung.

Proses perajangan dilakukan secara manual menggunakan pisau khusus, lalu tembakau dijemur hingga kadar air menurun dan aroma khasnya keluar.

Proses ini dirasa cukup krusial untuk memastikan cita rasa tembakau tetap terjaga hingga ke tangan pembeli.

“Yang membedakan tembakau Gebang Tulungagung adalah aroma dan teksturnya. Saat dijemur dengan teknik yang tepat, kualitasnya tidak kalah dengan tembakau dari daerah lain di Jawa Timur,” jelas Sri Wahyuni, pelaku pengolahan tembakau yang sudah mengekspor ke beberapa kota besar.

Seiring berkembangnya waktu dan tuntutan pasar, para petani dan pengolah tembakau di Desa Gebang, Tulungagung mulai diarahkan untuk masuk ke tahap hilirisasi.

Beberapa pelatihan pengolahan tembakau menjadi produk bernilai tambah, seperti cerutu lokal Tulungagung dan tembakau linting tangan, mulai diperkenalkan oleh dinas terkait.

Selain itu, digitalisasi pemasaran juga menjadi fokus baru. Komunitas petani muda di Desa Gebang, Tulungagung mulai aktif memasarkan hasil panen melalui media sosial dan e-commerce, menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada tengkulak.

Kepala Desa Gebang, Supriyono, menuturkan bahwa pemerintah desa kini tengah merancang progres untuk memperkuat rantai pasok dan menjamin harga yang adil bagi petani Tulungagung, khususnya di Desa Gebang.

“Tembakau bukan hanya tanaman, tapi sumber kehidupan. Dan sudah saatnya kita naik kelas,” katanya.(rin)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#tulungagung #desa gebang #petani tembakau