TULUNGAGUNG- Suasana haru menyelimuti Dusun Sendang Bedok, Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Kamis (22/5/2025). Di tengah hujan deras yang mengguyur sejak sore, jenazah Najma Herra Ramadhani, 7, akhirnya ditemukan setelah tiga hari pencarian intensif oleh tim gabungan.
Najma merupakan korban hanyut ditemukan di Waduk Wonorejo Tulungagung sekitar pukul 16.15. Sebelumnya sang ibu, Eti Puspitasari, 38, yang lebih dulu ditemukan sebelumnya.
Sang ibu telah dimakamkan pada pukul 13:30 di pemakaman Dusun Sendang Bedok, usai menjalani pemulasaraan jenazah di RSUD dr Iskak Tulungagung.
Camat Pagerwojo Setiyono, menyampaikan bahwa jenazah sang anak ditemukan warga sekitar pukul 16.15 WIB. “Ditemukan oleh warga, lalu dilaporkan ke Basarnas. Tim langsung bergerak dan mengevakuasi jenazah ke RSUD dr Iskak Tulungagung,” ujarnya.
Setelah menjalani proses identifikasi dan pemulasaraan jenazah sesuai prosedur, jenazah dibawa ke rumah duka di Dusun Sendang Bedok.
Rencananya, sang anak akan dimakamkan malam ini juga, mengikuti prosesi serupa yang telah dijalani sang ibu. Namun melihat cuaca, diputuskan untuk dimakamkan Jumat (23/5/2025) pagi.
“Kondisinya sangat berat. Hujan deras menyulitkan komunikasi dan akses, apalagi lokasi pemakaman di perbukitan, sekitar satu kilometer dari rumah duka,” kata Setiyono.
Proses pemakaman turut dihadiri unsur pemerintah desa dan kecamatan, meski tidak lengkap karena faktor cuaca.
“Pemerintah Desa Samar, diwakili oleh kepala dusun. Dari kami juga hanya bisa mengirim perwakilan,” jelasnya.
Dari pihak keluarga korban, meski diliputi duka mendalam, menerima jenazah dengan ikhlas.
“Ayah korban hadir saat jenazah diterima. Kami lihat keluarga sudah ikhlas. Ini memang musibah yang sangat berat,” imbuh Setiyono.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam pencarian sejak hari pertama.
“Terima kasih kepada Basarnas, TNI, Polri, dan seluruh unsur Kecamatan Pagerwojo yang telah bekerja bahu-membahu. Hari ketiga pencarian ini membuktikan solidaritas dan kepedulian kita tidak luntur,” ucapnya.
Dia mengimbau masyarakat agar lebih waspada menghadapi musim yang tak menentu.
“Khususnya di daerah rawan seperti Pagerwojo ini, mari kita utamakan keselamatan. Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (rin/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah