Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Petani di Tulungagung Perlu Optimalisasi Irigasi Perpompaan untuk Genjot Produksi Padi di Masa Tanam II

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 23 Mei 2025 | 14:18 WIB
Petani di Tulungagung sedang memanen padi (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
Petani di Tulungagung sedang memanen padi (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)

Tulungagung – Mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, Dinas Pertanian Tulungagung perlu melakukan upaya lebih untuk memastikan produksi padi di masa tanam (MT) II melimpah. Salah satunya melalui optimalisasi program irigasi perpompaan.


Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto menerangkan, periode MT II terjadi pada April hingga September setiap tahun. Sedangkan bulan ini diprediksi jadi masa peralihan musim.
Itu sebabnya, perlu langkah tertentu untuk memastikan hasil produksi panen padi di MT II tahun ini sesuai dengan yang diharapkan.


“Tetap digenjot produksi padi. Karena mengampu dari tugas pertanian, yaitu untuk swasembada pangan, khususnya padi,” akunya.

Baca Juga: 15 Paket Rehabilitasi Irigasi 2025 di Tulungagung Gagal Terlaksana, Apa Langkah Dinas PUPR?

Musim penghujan diprediksi segera berakhir. Itu artinya, petani di Tulungagung harus bersiap melakoni MT II di musim kemarau.


Sehingga, potensi gagal panen akibat kekeringan juga mengintai. Itu sebabnya, lanjut Suyanto, perlu optimalisasi program irigasi perpompaan.


“Ya di kita ini kan ditambahi dari proyek nasional. Yaitu irigasi perpompaan. Dan itu kan yang menentukan tetap (pemerintah, Red) pusat,” akunya.


Beberapa waktu lalu pemkab mengajukan 200 titik lokasi untuk program irigasi perpompaan ke pemerintah pusat. Sayangnya, sampai saat ini pemkab belum menerima kepastian soal waktu pelaksanan berikut kuota yang diberikan.


“Titik (lokasi, Red) sekitar 200-an. Tergantung dari pusat juga,” katanya.

Baca Juga: Kick Off Bulan Literasi Keuangan 2025, OJK Kediri Launching Program SICANTIK (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan)

Untuk diketahui, total lahan tanam padi di Tulungagung pada MT II tahun ini mencapai sekitar 47.417 hektare yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagian besar lahan tanam padi berada di Kecamatan Pakel dan sekitarnya.


“Jadi kita menyampaikan kepada para petani untuk optimalisasi lahan. Dioptimalkan yang mungkin belum tertanami bagaimana caranya untuk ditanami padi,” sebutnya.


“Itu disampaikan kepada penyuluh. Penyuluh disampaikan kepada para kelompok tani atau petani langsung,” lanjutnya.


Disinggung soal distribusi pupuk bersubsidi, mantan camat Ngantru ini mengungkapkan bahwa proses penyaluran di masing-masing poktan terpantau aman.


Adapun capaian produksi panen padi di MT 1 beberapa waktu lalu mencapai sekitar 154.555 dari lahan seluas 25.442 hektare. (dit)

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #irigasi perpompaan #padi #masa tanam #Dinas Pertanian Tulungagung #panen #pupuk bersubsidi #petani