TULUNGAGUNG - Kepengurusan izin dalam keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih membayangi ribuan UMKM di Tulungagung.
Dimana kondisi UMKM di Tulungagung ini layaknya berdiri di dua mata pisau. Bantuan pemerintah maupun pihak terkait penting untuk membantu dalam kepengurusan izin dari UMKM.
Hal inilah yang membuat UMKM di Tulungagung sulit berkembang untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Ketua Umum HIPMI Tulungagung, Fajar Sulihtiawan mengatakan, masalah perizinan masih menjadi momok bagi UMKM di Tulungagung.
Sulitnya dalam mengurus perizinan kerap kali membuat UMKM di Tulungagung terbilang stagnan tanpa perkembangan yang berarti.
"Jadi selama yang saya pelajari hari ini, pengurusan izin itu ternyata banyak banget ya," jelasnya, Jumat, 23 Mei 2025.
Dia mengaku, sebenarnya masih terdapat cara lain yakni dengan menggunakan biro jasa dalam pengurusan perizinan di Tulungagung.
Namun tingginya harga dalam menggunakan biro jasa, membatasi UMKM di Tulungagung. Terlebih biaya yang digunakan untuk menggunakan biro jasa dapat dipergunakan kebutuhan lain, seperti pengembangan usaha dan lainnya.
"Jika kita harus menggunakan biro jasa, bisa. Tapi dengan menggunakan biaya yang cukup tinggi. Nah dana dari UMKM juga terbatas," ucapnya.
Kondisi seperti ini membuat UMKM di Tulungagung layaknya berdiri di dua mata pisau. Tentu hal ini membuat para pelaku UMKM dilema.
Satu sisi, pengurusan perizinan yang sulit, disisi lain dana untuk pengurusan perizinan juga terbatas dan tidak efektif.
"Kita dilema juga, kita ibarat berdiri itu di dua pisau mas. Di sini kita juga terluka, di kanan juga terluka," paparnya.
Pihaknya berhadap adanya bantuan dari instansi pemerintah terkait agar dapat mensosialisasikan atau membantu dalam mempermudah mengurus perizinan usaha.
"Setidaknya membantu kita untuk mengurus izin, supaya UMKM ini benar-benar bisa mengurus izin yang baik dan dia (Pelaku UMKM - RED) bisa berjualan. Fokusnya ke produksi atau ke pemasarannya bukan ke pengurusan izinnya," tutupnya.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz