Diketahui balita yang baru berusia 1 tahun lebih 10 bulan ini berhasil ditemukan dengan kondisi tak bernyawa di semak tepi Sungai Brantas Tulungagung.
Tepatnya pada sisi timur jembatan Ngujang 1 Tulungagung, pada Sabtu 24 Mei 2025.
Kurang lebih selama tujuh hari proses pencarian telah dilakukan oleh tim gabungan dari SAR, BPBD, TNI-Polri, dan relawan menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet.
Dimana proses pencarian pun berhasil membuahkan hasil saat tubuh mungil Alfatih ditemukan tersangkut semak di wilayah Tulungagung.
Diketahui balita yang hilang terseret arus ini berhasil ditemukan sejauh belasan kilometer dari tirik hilang.
“Jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dekat Jembatan Ngujang 1, pukul 14.00 WIB. Kepala sudah tinggal sebagian, tubuh membengkak dan berbau. Namun, bagian tangan dan kaki masih utuh,” Kata Iptu Samsul.
Setelah berhasil ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung guna dilakukan visum.
Hasilnya, berdasarkan pemeriksaan medis dan Tim Inafis Polres Tulungagung tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Diketahui terdapat luka pada kepala korban yang diduga akibat benturan saat jatuh ke parit dan terkikis air sungai selama beberapa hari.
Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Dimana pihak keluarga juga membuat surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh perangkat desa.
“Setelah proses visum selesai, jenazah langsung dibawa pulang untuk dimakamkan,” imbuhnya.
Perlu diketahui, sebelumnya balita warga Desa Kalipucumg, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, dilaporkan hilang sejak Minggu (18/5).
Balita hilang tersebut diduga terseret derasnya arus saluran air di depan rumahnya saat tengah bermain bersama sepupunya.
Samsul menyebut Alfatih sempat terlihat bermain air bersama sepupunya, Danang Saputra, 5, di samping rumah.
Pada saat itu, ibunya sempat melihat mereka bermain, lalu pergi ke dapur. Saat kembali, Alfatih sudah tidak terlihat.
Keterangan Danang menjadi kunci awal pencarian. Balita itu disebut berjalan menuju got dengan arus deras.
Dugaan awal, dia terpeleset dan terseret aliran air hingga akhirnya menghilang. Upaya pencarian langsung dilakukan oleh warga dan dilanjutkan dengan pembentukan posko SAR gabungan di Kantor Desa Bendosari. (jar/c1/ady)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz