TULUNGAGUNG – Tahap awal realisasi Koperasi Merah Putih (KMP) di Tulungagung hampir rampung. Seluruh porses musyawarah di 271 desa/kelurahan ditarget rampung pada 26 Mei.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung, Slamet Sunarto mengungkapkan, surat edaran (SE) bupati tentang pelaksanaan pembentukan koperasi desa/kelurahan Merah Putih yang ada di Tulungagung diterbitkan pada 2 Mei lalu.
“Ada 271 desa/kelurahan. Setelah itu kita bergerak terus mengadakan musyawarah desa khusus bersama DPMD dan perangkat daerah yang ada di daerah masing-masing,” ucapnya.
Baca Juga: Perjalanan Warung Kopi Waris di Tulungagung jadi Legenda Ikon Kuliner, Pegang Nilai Kerakyatan Bagian dari Simbol Keakraban serta Identitas Lokal
Hingga 23 Mei lalu, jumlah musyawarah khusus yang digelar mencapai 243 titik di wilayah desa/kelurahan yang tersebar di Tulungagung.
“Target kami tanggal 26 Mei ini sudah kelar semua terkait dengan musdesnya. Setelah itu kita melangkah ke tahap kedua, yaitu tentang notaris,” jelasnya.
Dari hasil evaluasi di lapangan, dipastikan masing-masing desa/kelurahan sudah menggandeng notaris dalam upaya pembentukan KMP.
“Tinggal melangkah ke jadwal tanggal yang sudah disepakati bersama,” imbuhnya.
Begitu tahapan ini rampung, proses selanjutnya adalah menggelar proses pengembangan. Menurut Slamet, proses ini menuntut seluruh pihak yang terkait untuk menentukan bentuk bisnis koperasi.
Baca Juga: Kopi Ijo Tulungagung Dikenal Rendah Kafein dan Bersahabat dengan Lambung, Saat Diseduh Aroma Lembut Menyapa Hangat hingga Digemari Lintas Generasi
“Wilayah pengembangan ini yang jadi rabaan seluruh pengurus dan pengawas yang sudah terbentuk,” sebutnya.
Bentuk bisnis koperasi harus segera ditentukan. Sebab, hal ini berkaitan dengan proses penyaluran bantuan permodalan dari pemerintah.
Untuk diketahui, ada berbagai skema yang ditimbang dalam upaya penyaluran bantuan pembentukan KMP di tingkat desa/kelurahan. Pertama melalui Himbara, dana desa, APBN, APBD, hingga CSR.
“Kalau ini memang benar-benar kerannya (bantuan anggaran, Red) sudah dibuka, bagaimana kami harus menyambut itu dengan core bisnis yang ada di wilayah kami,” katanya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra