TULUNGAGUNG-Di Tulungagung, terdapat bentuk Reog Kendang dan nyaris tak ditemukan di tempat lain.
Reog Kendang sebuah kesenian rakyat yang memadukan kekuatan ritme, gerak, dan semangat lokal Tulungagung.
Reog Kendang bukan hanya pertunjukan seni biasa. Ia adalah cerminan jiwa masyarakat Tulungagung, khususnya di kawasan selatan seperti Boyolangu, Campurdarat, dan sekitarnya.
Kesenian ini diyakini telah ada sejak puluhan tahun lalu, berkembang dari pertunjukan rakyat sederhana di pedesaan Tulungagung menjadi simbol semangat dan identitas daerah.
Tidak seperti Reog Ponorogo yang bertumpu pada kekuatan visual topeng dan mitologi, Reog Kendang justru mengandalkan kekuatan gerak dan musik.
Unsur yang paling menonjol adalah kendang alat musik perkusi tradisional yang memainkan peran utama dalam mengatur ritme dan emosi dalam pertunjukan.
Yang membuat Reog Kendang begitu ikonik adalah tarian maskulin yang penuh ledakan tenaga.
Para penari biasanya adalah pria muda bertelanjang dada, mengenakan ikat kepala dan celana tradisional, memperlihatkan otot-otot yang berdenyut seiring dentuman kendang.
Mereka bergerak cepat, meloncat, menghentak tanah, berputar dalam gerakan dinamis dan seolah “bertempur” dengan irama.
Kekuatan Reog Kendang terletak pada sinkronisasi sempurna antara gerak dan musik. Kendang ditabuh dengan penuh semangat, menciptakan irama yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggetarkan hati penonton.
Dalam satu penampilan, bisa terjadi ledakan emosional yang kuat: penonton merasa terbakar, terpukau, bahkan ikut bergerak mengikuti irama.
Reog Kendang tidak hanya menyajikan tontonan, tetapi juga tuntunan. Di balik gerakannya yang enerjik, tersimpan filosofi mendalam tentang keberanian, ketangguhan, dan semangat perjuangan.
Gerakan menghentak kaki melambangkan perlawanan terhadap penindasan loncatan-loncatan tinggi menggambarkan harapan dan optimisme, sementara harmoni antar penari mencerminkan gotong royong dan kebersamaan.
Banyak warga lokal yang percaya bahwa pertunjukan ini memiliki nilai spiritual, semacam energi yang bisa membangkitkan semangat kolektif.
Tak heran jika Reog Kendang kerap tampil dalam momen-momen penting seperti perayaan kemerdekaan, upacara adat, dan penyambutan tamu besar.
I
Editor : Didin Cahya Firmansyah