TULUNGAGUNG-Tulungagung, sebuah kota kecil di Jawa Timur, ternyata menyimpan banyak peninggalan sejarah yang belum banyak diketahui orang.
Salah satunya adalah Candi Dadi, sebuah situs purbakala yang berdiri megah di atas bukit di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.
Meski tak seterkenal Candi Borobudur atau Prambanan, Candi Dadi di Tulungagung punya daya tarik tersendiri, terutama bagi para pencinta sejarah, budaya, dan petualangan alam.
Nama “Dadi” berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti “jadi” atau “menjadi”. Ada yang mengaitkannya dengan harapan spiritual atau simbol perubahan dalam proses hidup.
Candi ini berdiri kokoh di atas perbukitan setinggi ± 360 meter di lereng Pegunungan Walikukun, yang membuat perjalanan ke sana terasa seperti napak tilas sejarah dan petualangan sekaligus.
Banyak sejarawan menduga bahwa Candi Dadi merupakan bagian dari rangkaian Candi Wajak kompleks percandian yang tersebar di wilayah Tulungagung dan diperkirakan berasal dari zaman Majapahit.
Candi-candi ini diyakini memiliki fungsi keagamaan, terutama berkaitan dengan upacara pemujaan atau tempat pertapaan para resi.
Candi Dadi bukan sekadar situs sejarah, tapi juga tempat yang cocok untuk menyendiri, merenung, atau sekadar menikmati udara segar di tengah alam.
Bagi para pecinta fotografi, momen matahari terbit atau terbenam di sini juga menawarkan komposisi luar biasa.
Baca Juga: Terletak Di Atas Bukit, Inilah Kisah Candi Dadi Tulungagung
Jika kamu mencari destinasi wisata yang tidak biasa, penuh nilai sejarah, sekaligus menyajikan keindahan alam yang menawan, Candi Dadi adalah jawabannya.
Di sinilah kamu bisa merasakan perpaduan antara keheningan masa lalu dan keindahan alam masa kini. Yuk, jelajahi sisi lain Tulungagung yang belum banyak terjamah.(*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah