Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menelusuri Jejak Industri Genteng Rakyat Tulungagung Sejak era Kolonial yang Tetap Tunjukkan Daya Tahan

Yoga Dany Damara • Selasa, 27 Mei 2025 | 00:30 WIB
Suharyono salah satu pengrajin genteng  di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu
Suharyono salah satu pengrajin genteng di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu

TULUNGAGUNG- Tulungagung, sebuah kota kecil di Jawa Timur, menyimpan warisan industri tradisional yang begitu kental dan memikat, yaitu industri genteng yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.

Dalam sebuah ekspedisi unik yang kami sebut “Ekspedisi Seribu Genteng”, kami menelusuri jejak-jejak industri rumah rakyat yang tak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga mencerminkan budaya dan kearifan lokal Tulungagung.

Industri genteng di Tulungagung bukan sekadar bisnis biasa. Sejak era kolonial hingga kini, genteng buatan tangan dari tanah liat ini telah menjadi pilihan utama untuk atap rumah-rumah di berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan teknik tradisional yang diwariskan turun-temurun, para pengrajin genteng di desa-desa di Tulungagung masih mempertahankan proses produksi yang alami dan ramah lingkungan.

 Baca Juga: Melimpahnya Hasil Pisang di Tanggunggunung, Mahasiswa Universitas Tulungagung Ambil Peran Ciptakan Inovasi Pangan

Setiap genteng yang dibuat adalah karya seni kecil yang menggabungkan keuletan dan keahlian tangan manusia.

Dari pengambilan tanah liat berkualitas, pencetakan, hingga pembakaran di tungku tradisional, proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi.

 Baca Juga: Waktu dan Anggaran Mepet, Pemkab Tulungagung Ajukan Bantuan Rp 100 M ke Pemerintah Pusat untuk Penanganan Infrastruktur

Industri genteng di Tulungagung adalah contoh nyata bagaimana usaha kecil dan menengah dapat bertahan dan berkembang melalui kerja keras dan inovasi sederhana.

Banyak keluarga di sini menggantungkan penghidupan mereka pada produksi genteng yang dilakukan secara turun-temurun.

 Baca Juga: Mahasiswa Universitas Tulungagung Ciptakan Inovasi Pangan Lokal, Kerupat: Kerupuk Ikan Patin Bumi Ngrowo

Selain menyediakan lapangan pekerjaan bagi ratusan orang, industri ini juga memperkuat ikatan sosial antar warga.

Kerja sama dalam kelompok pengrajin, sistem gotong royong dalam proses produksi, hingga saling berbagi pengetahuan teknik pembuatan genteng menjadi kekuatan yang menjaga industri ini tetap hidup.

Meski menghadapi persaingan dari produk genteng pabrik modern, industri genteng rumah rakyat Tulungagung tetap menunjukkan daya tahan.

Kreativitas pengrajin dalam mengembangkan desain baru dan meningkatkan kualitas produk menjadi kunci untuk memenangkan pasar.

Selain itu, dorongan untuk mengenalkan genteng Tulungagung ke pasar nasional dan internasional mulai terasa.

Pemerintah daerah juga berperan aktif dalam membantu promosi dan pelestarian industri ini sebagai warisan budaya yang penting.

“Ekspedisi Seribu Genteng” bukan sekadar perjalanan fisik menelusuri desa-desa pengrajin, tetapi juga perjalanan batin mengenal nilai-nilai budaya, kerja keras, dan keindahan seni tradisional yang tersimpan dalam setiap genteng.(*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #produksi genteng