TULUNGAGUNG– Terletak di kaki Gunung Wilis, Desa/Kecamatan Sendang, Tulungagung, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga menjadi rumah bagi Sigit Batik, sebuah sentra batik khas yang menonjolkan keunikan pewarna alami.
Berdiri sejak tahun 2003 oleh Sigit Suseno, Sigit Batik konsisten menghadirkan karya batik bernilai seni tinggi dengan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan di kawasan dataran tinggi Tulungagung tersebut .
Yang membedakan Sigit Batik dari batik lain di Tulungagung adalah penggunaan bahan pewarna alami dari berbagai bagian tumbuhan, seperti daun, kulit kayu, dan akar-akaran. Proses pewarnaan ini menghasilkan warna-warna lembut dan alami yang mencerminkan harmoni dengan alam sekitar.
Tidak hanya unik dalam teknik, Sigit Batik juga mengusung konsep eksklusivitas. Setiap kain batik hanya dibuat satu kali, sehingga tidak ada motif yang sepenuhnya sama antara satu dengan lainnya. Hal ini membuat batik produksi Sigit Batik menjadi sangat istimewa dan tidak bisa ditemukan duplikatnya di tempat lain.
Prestasi Sigit Batik pun tak diragukan. Karya-karyanya pernah meraih penghargaan dalam lomba batik se-Jawa Timur, membuktikan kualitas dan daya saingnya di tingkat regional.
Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Sigit Batik sebagai salah satu ikon batik khas dari Tulungagung.
Selain memproduksi batik, Sigit Batik juga menjadi tempat belajar bagi siapa saja yang ingin memahami proses pembuatan batik alami, mulai dari pewarnaan hingga teknik membatik tradisional.
Dengan semangat menjaga warisan budaya sekaligus berinovasi secara berkelanjutan, Sigit Batik terus berkarya dan memberi inspirasi. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah