TULUNGAGUNG – Puluhan unit rumah warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang. Usai melalui asesmen, Pemkab Tulungagung harus menyiapkan anggaran ratusan juta untuk kebutuhan perbaikan dan pembangunan kembali rumah rusak.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Tulungagung, Anang Pratistianto menerangkan, proses asesmen dilakukan oleh BPBD Tulungagung.
Lalu, hasil asesmen disampaikan dalam bentuk laporan ke berbagai bidang yang terkait, termasuk dalam hal ini disperkim.
“Sebenarnya secara umum kita sudah mengetahui. Tapi posisi kita penanganan bencana dalam tahapan pascabencana. Akhirnya kita menunggu pendataan dari BPBD,” ucapnya.
Baca Juga: PDRB Tulungagung 2024 Turun dari 2023, Sektor Pertanian dan Pengadaan Air di Minus akibat Terdampak Force Majeure
Informasi yang dihimpun, lanjut Anang, kejadian tanang longsor yang terjadi di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang pada pekan lalu menyebabkan 22 unit rumah warga rusak.
Rinciannya, di Kecamatan Sendang, 1 unit rumah di Desa Sendang dan 10 unit rumah di Desa Tugu dilaporkan mengalami kerusakan.
Lalu, di Kecamatan Pagerwojo dilaporkan ada sebanyak 11 unit rumah warga di Desa Samar mengalami kerusakan akibat bencana.
Maka, setidaknya sampai Senin (26/5) lalu total ada sebanyak 22 rumah warga di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang yang rusak.
“Setelah itu kita lihat dulu, kita survei di sana kerusakannya bagaimana. Itu termasuk perbaikan atau pembangunan baru. Kalau perbaikan, nanti disesuaikan dengan (tingkat) kerusakan,” kata dia.
Baca Juga: SPMB SMA/SMK di Jawa Timur untuk Jalur Domisili Miliki Rincian Kuota, Simak Panduan dari Pemprov
Rumah yang dikategorikan rusak parah sehingga perlu pembangunan ulang bakal dijatah bantuan sebesar Rp 35 juta.
Sedangkan, nominal bantuan bagi rumah yang masuk kategori butuh perbaikan didasarkan pada tingkat kerusakan.
“Jadi kalau perbaikan tidak ada patokan harus berapa, disesuaikan dengan kerusakan. Kalau perbaikan itu dilihat kondisi kerusakannya. Maksimal bisa Rp 20 juta,” jelas Anang.
“Biasanya kalau perbaikan ndak sampai segitu. Ada yang Rp 5 juta, ada yang Rp 10. Setelah itu kita tetapkan, kita laporkan ke Pak Bupati untuk di-SK.terus kita lakukan perbaikan,” imbuhnya lagi.
Jika hasil asesmen menunjukkan indikasi perbaikan 22 unit rumah terdampak bencana di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang, maka pemkab harus siap menggelontor anggaran perbaikan.
“Kalau itu nanti pembangunan baru ya tinggal mengalihkan Rp 35 juta dikali 22 (Rp 770 juta). Tapi kalau kerusakan, kita ndak ngerti,” akunya.
Dia berharap hasil asesmen nanti tak mengharuskan banyak rumah rusak terdampak bencana harus melalui perbaikan skala besar atau pembangunan ulang.
Baca Juga: Perkembangan Industri Kreatif di Indonesia Melaju Pesat dan Mampu Bersaing dengan Negara Lain
Musababnya, jumlah anggaran yang ada di dinas saat ini terbilang minim untuk mengampu berbagai kebutuhan penanganan pascabencana di semester pertama tahun ini.
“Karena anggaran di kita untuk penanganan bencana ini cuma Rp 200 juta. Untuk perbaikan Rp100 juta, untuk pembangunan baru Rp 100,” sebutnya.
Jika jumlah kebutuhan anggaran melebihi sisa anggaran yang ada di dinas, Anang mengungkapkan bahwa pihaknya punya opsi untuk mengajukan tambahan angaran ke pimpinan daerah.
“Bukan PAK. Kalau bencana langsung belanja tak terduga, nggih BTT,” sambungnya.
Baca Juga: Pria di Trenggalek Ibarat Jatuh Tetimpa Tangga, Palsukan Surat Cerai dan Bayar ke Biro Jasa, Kini Mendekam di Tahanan
Sebetulnya, ada skema lain dalam hal penanganan pascabencana. Dalam hal ini BPDB juga mengambil peran sebagai pemberi bantuan bagi mereka yang terdampak bencana.
“Biasanya selain itu juga pemberian bantuan makanan, selimut, dan sebagainya. Tapi kalau memang kerusakan ringan sekali seperti atap dan sebagainya itu biasanya ditangani BPBD sendiri,” ujarnya.
Tapi, perbaikan infrastruktur skala makro tetap dilimpahkan ke dinas-dinas pengampu, termasuk disperkim yang bertugas merehabilitasi rumah rusak terdampak bencana.
“Biasanya kalau kondisi yang agak parah sedikit seperti ini kolaborasinya pembersihan dan sebagainya. Baru nanti perbaikan dan pembangunannya diinfokan ke kita untuk ditindaklanjuti,” paparnya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra