Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tips Bertahan Hidup saat Cuaca di Tulungagung Tak Lagi Gak Bersahabat Antara Kocak dan Praktis

Yoga Dany Damara • Rabu, 28 Mei 2025 | 02:00 WIB
Tulungagung diperkirakan akan cukup dinamis selama sepekan ke depan.
Tulungagung diperkirakan akan cukup dinamis selama sepekan ke depan.

TULUNGAGUNG- Cuaca di Tulungagung itu kadang bisa plot twist banget. Pagi-pagi cerah kayak hati orang jatuh cinta, eh siangnya bisa hujan deras kayak drama Korea episode terakhir.

Atau sebaliknya, cuaca di Tulungagung dari mendung-mendung syahdu tiba-tiba jadi panas level wajan goreng kerupuk.

Nah, buat kamu warga lokal atau yang lagi mampir ke kota ini, berikut adalah tips bertahan hidup ala warga Tulungagung saat cuaca lagi gak bersahabat dijamin relate, kocak, dan lumayan praktis!

  1. Payung adalah Sahabat Sejati

Di Tulungagung, payung tuh bukan cuma pelindung dari hujan. Warga sini udah multifungsiin payung sebagai tameng dari panas terik juga.

Gak heran kalau kamu lihat ibu-ibu ke pasar pagi udah siap tempur bawa payung motif bunga, padahal matahari baru juga nongol. Payung di sini ibarat sahabat setia gak peduli hujan atau panas, selalu ada di sampingmu.

  1. Jas Hujan Gantung di Motor Standar Nasional Tulungagung

Buat para pengendara motor, jas hujan yang digantung di bawah jok atau di gantungan stang itu udah kayak uniform.

Meski warnanya udah pudar dan bau matahari, asal masih bisa nutup badan, sah! Bahkan ada yang jas hujannya udah sobek-sobek tapi tetap dipakai, katanya sih "masih ada fungsi spiritualnya" biar gak ujan pas keluar rumah.

 Baca Juga: Tulungagung, Pagi Gerimis, Siang dan Malam Cerah Hingga Berawan. Berikut Prediksi Cuaca dari BMKG

  1. Ngopi Panas Saat Hujan Surga Dunia

Kalau hujan turun deras, jangan panik. Langsung cari warung kopi terdekat, pesan kopi panas atau jahe susu, dan duduk sambil ngeliatin hujan.

Biarpun kamu kehujanan dan sepatu udah bunyi nyek-nyek, asal bisa ngopi, semua masalah hidup seolah sirna. Ini semacam terapi warga Tulungagung versi low budget tapi high satisfaction.

 Baca Juga: Update Perkiraan Cuaca di Tulungagung dari BMKG, Simak dan Siapkan Diri Anda Jika Ingin Beraktivitas

  1. Sendal Jepit Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Ketika musim hujan datang, warga lokal tahu bahwa pakai sepatu itu ibarat minta masalah. Solusinya? SANDAL JEPIT! Gak licin, cepat kering, dan kalau hilang pun gak bikin nangis berhari-hari.

Bahkan ada warga yang punya "sandal khusus musim hujan", biasanya udah belel tapi tetap setia menemani ke warung, ke sawah, bahkan ke nikahan tetangga.

 

  1. Pakai Baju Hitam Saat Panas Gak Logis Tapi Tetap Dipilih 

Meskipun secara teori baju hitam menyerap panas, entah kenapa banyak warga Tulungagung tetap pakai kaus hitam saat matahari lagi galak-galaknya. Alasannya? “Biar gak kelihatan kotor.” Praktis sih, tapi ya siap-siap mandi keringat. Tapi hey, gaya tetap nomor satu, kan?

  1. AC Alami: Duduk di Teras + Kipas Tradisional

Saat cuaca panas banget dan PLN iseng matiin listrik, warga sini punya solusi klasik duduk di teras sambil kipasan pakai kipas anyaman atau kalender bekas.

Sekalian bisa ngobrol sama tetangga, gosip ringan sambil ngusir gerah. Bonusnya, dapet update info kampung yang lebih akurat dari berita online.

 Baca Juga: Mengabadikan Keindahan dalam Tantangan Tips Memotret Saat Cuaca Tidak Bersahabat

  1. Kreasi Anti Panas Handuk Kecil di Leher

Kalau kamu lihat bapak-bapak keliling pasar dengan handuk kecil di leher, itu bukan fashion statement. Itu senjata rahasia warga Tulungagung untuk mengatasi keringat di tengah panas menyengat.

Sekalian buat lap tangan kalau makan gorengan atau bersihin jok motor yang mendadak jadi grill pan.

  1. Strategi ‘Ngegas’ Saat Hujan Gak Ada Takutnya

Saat hujan deras dan genangan di mana-mana, warga Tulungagung punya mental baja. Motor tetap ngegas, kadang sambil pakai jas hujan setengah badan, satu tangan megang helm, satu tangan pegang nasi bungkus. Kalau disuruh nunggu reda? “Nanti malah tambah deres!”

Meski cuaca sering gak bisa diajak kompromi, warga Tulungagung tetap santai dan adaptif. Mau panas mau hujan, hidup harus jalan terus asal ada kopi, sandal jepit, dan obrolan hangat.

Jadi, kalau kamu baru pindah ke sini atau sekadar lewat, ikut aja gaya lokal. Karena di Tulungagung, yang penting bukan cuacanya, tapi caranya kita nyikapin hidup dengan senyum dan selera humor. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tips bertahan hidup #tulungagung #mendung #cuaca