TULUNGAGUNG- Pernahkah kamu membayangkan menjelajahi Tulungagung hanya dengan sepeda?
Bukan motor, apalagi mobil hanya berbekal tenaga kaki dan semangat petualang di Tulungagung. Mungkin terdengar melelahkan, tapi justru di situlah serunya.
Dengan sepeda, kamu bisa melihat sisi-sisi Tulungagung yang mungkin selama ini terlewatkan begitu saja saat melaju kencang di atas kendaraan bermotor.
Kalau kamu baru mulai, keliling kota dulu adalah pilihan bijak. Mulailah dari alun-alun Tulungagung, tempat yang ikonik dan selalu ramai.
Dari sana, kamu bisa mengayuh santai ke arah Pasar Ngemplak, lalu belok ke arah Taman Aloon-Aloon. Jalur ini cukup ramah untuk pesepeda, apalagi di pagi hari ketika jalanan belum padat.
Kalau ingin suasana yang lebih hijau, arahkan pedal ke kawasan Stadion Rejoagung. Di sekitar sana, banyak pepohonan rindang dan udara yang segar. Cocok buat kamu yang ingin olahraga ringan sambil cuci mata.
Bosan dengan suasana kota? Yuk, keluar sedikit ke arah selatan menuju Campurdarat. Jalannya memang sedikit menantang, tapi pemandangan sawah dan perbukitan akan jadi teman yang setia.
Di musim kemarau, kamu bisa melihat tambang marmer di kanan-kiri jalan sesuatu yang khas dari Tulungagung.
Baca Juga: Motoran Sore Keliling Tulungagung Miliki Rute Asik dan View Cantik yang Bikin Nagih
Kalau kamu cukup kuat, coba gowes sampai ke Pantai Sine. Rutenya dari pusat kota mungkin butuh waktu 1,5 hingga 2 jam, tergantung kecepatanmu. Tapi percayalah, begitu sampai di pantai, semua rasa lelah akan terbayar lunas.
Duduk di pasir sambil melihat laut biru lepas siapa sangka semua itu bisa dicapai hanya dengan sepeda?
Ke arah utara, ada kawasan Pagerwojo dan Bendungan Wonorejo. Jalurnya naik-turun, tapi pemandangannya luar biasa. Udara di sini lebih dingin, cocok buat kamu yang ingin tantangan lebih. Kalau bawa bekal, kamu bisa sekalian piknik di tepi bendungan.
Arah timur? Kamu bisa menyusuri jalur ke arah Kedungwaru atau Ngunut, banyak kampung-kampung tenang yang masih alami. Di pagi hari, suasana pedesaannya sungguh menenangkan seperti potongan kehidupan yang berjalan lebih lambat.
Barat? Coba arahkan sepeda ke Gondang atau Kalidawir. Beberapa rute bahkan sudah mulai ramah untuk pesepeda dengan jalan cor dan aspal mulus.
Kamu bisa mampir ke perkebunan, warung kopi pinggir sawah, atau sekadar berhenti di jembatan untuk menikmati aliran sungai kecil.
Baca Juga: Ngemil Sore di Pinka Tulungagung, Ada Lima Jajanan Pinggir Jalan yang Wajib Kamu Coba
Menjelajahi Tulungagung dengan sepeda bukan cuma soal olahraga, tapi juga soal menikmati detail.
Kamu bisa menyapa warga, berhenti di warung sederhana, atau melihat anak-anak bermain di pematang sawah. Semua itu jadi pengalaman yang tak tergantikan.
Jadi, bisa sampai mana keliling Tulungagung cuma pakai sepeda? Jawabannya: sejauh semangatmu bisa membawa. Karena dengan sepeda, batasannya bukan jarak-tapi rasa ingin tahu dan cinta pada kampung halaman. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah