Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengamat Politik Tulungagung: Masih Banyak Catatan Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dalam 100 Hari Kerja

Rinto Wahyu Hidayat • Jumat, 30 Mei 2025 | 16:30 WIB

 

Masih banyak catatan dalam kepemimpinan baru di Tulungagung dinahkodai Bupati Gatut Sunu Wibowo dan Wakil Bupati Ahmad Baharudin.
Masih banyak catatan dalam kepemimpinan baru di Tulungagung dinahkodai Bupati Gatut Sunu Wibowo dan Wakil Bupati Ahmad Baharudin.

TULUNGAGUNG- Masa kepemimpinan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan Wakil Bupati Ahmad Baharudin usai dilantik pada 20 Februari lalu tampak masih banyak aral melintang dalam mewujudkan angan lima tahun ke depan.

Apalagi, hingga kini pembangunan belum masif dan sesuai dari harapan pasangan yang mengusung tagline GABAH pada Pilkada Tulungagung 2024 lalu ini.

“Saya berpandangan dan memposisikan sebagai masyarakat awam, pada 100 hari kinerja pasangan GABAH belum nampak atau belum gagah. Memang memahami ada beberapa kendala,” terang pengamat politik Tulungagung, Andreas Andrie Djatmiko, Kamis (29/5/2025). 

Menurut dia, kendala utama terkait adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi APBN sehingga berdampak ke daerah. Awalnya, visi-misi sudah disusun tim sukses (timses) GABAH dengan seksama, tetapi kini harus menerima kenyataan.

Adanya efisiensi, maka diperlukan langkah jeli atau ketat dalam memilih program prioritas. Jadi, ada program dikesampingkan terlebih dahulu.

“Saya yakin itu (efisiensi anggaran) di Tulungagung akan memengaruhi kinerjanya mereka,” ungkap pria yang juga dosen tersebut.

Belum lagi, saat ini dan ke depan, cuaca Tulungagung diprediksi ekstrem. Padahal sudah ada janji, jika GABAH terpilih, maka jalan akan mulus. Tantangan kondisi alam tetap akan jadi halangan.

Dia melanjutkan bahwa sudah ada langkah overlay atau penambalan lapisan jalan, tetapi belum bisa dikatakan sempurna. Sebab, jika dengan menggunakan bahan kualitas sekian hanya akan jadi aktivitas tambal sulam.

“Kalau kualitas aspal baik akan bisa pertanggungjawabkan. Akan tahan meski cuaca ekstrem,” tandasnya.

Bahkan, kabar beberapa minggu lalu, pasangan GABAH diterpa isu tak sedap. Yakni, pecah kongsi. Indikasinya, dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional, wabup tidak menjadi inspektur upacara.

Dinamika-dinamika tersebut tentu perlu disikapi dengan kinerja baik dan tetap menunjukkan sinergitas dalam membangun Tulungagung.

“Sebab masih ada empat tahun lagi di masa kepeminpinan GABAH ini. Jika jalan sendiri-sendiri akan merugikan,” tandasnya.

Nah, terkait dengan rencana mutasi di gerbong pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) ini, banyak aspek harus dipertimbangkan.

Jangan sampai pada loyalitas saja yang jadi pilihan. Namun, lebih penting unsur profesionalitas para pejabat dalam menerjemahkan perintah bupati maupun wakilnya.

“Kalau hanya sekadar loyalitas, kalau orang Jawa bilang ‘sopo seng tuku katok paling okeh, iku seng menang (siapa yang beli celana banyak, itu yang menang)’. Itu sah-sah saja statement dari bupati ketika memilih yang loyal, tapi yang dipilih juga harus mempunyai kemampuan sesuai dengan bidang atau jabatan. Loyalitas dan profesinalitas harus imbang,” harapnya.

Bagaimana dengan ekonomi? Dia mengaku ekonomi di Tulungagung masih mengalir sama seperti kepemimpinan dari Plt Bupati Heru Suseno sebelum pilkada.

Tim sukses GABAH harus berpikir keras untuk meningkatkan ekonomi. Apalagi dalam janji politik akan meningkatkan pendapatan UMKM, tetapi hingga saat ini belum terlihat masif. “Masih banyak PR,” pungkasnya. (rin/c1/din)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bupati #tulungagung #Ahmad Baharudin #wakil bupati #gatut sunu wibowo #100 hari kerja