Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rencana Gelaran Festival Budaya Spiritual Tulungagung Masih Mentah, Disbudpar Tunjuk Tiga Kurator

Didin Cahya Firmansyah • Jumat, 30 Mei 2025 | 21:30 WIB

 

 

Berbagai elemen masyarakat Tulungagung ketika mendiskusikan penyelenggaraan FBS 2025, pada Kamis (28/5/2025).
Berbagai elemen masyarakat Tulungagung ketika mendiskusikan penyelenggaraan FBS 2025, pada Kamis (28/5/2025).

TULUNGAGUNG - Menjelang gelaran Festival Budaya Spiritual (FBS) yang rencananya akan digelar pada awal Juli mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Tulungagung menggandeng masyarakat untuk melakukan persiapan lebih matang.

Meski terkesan belum memiliki konsep yang matang, tetapi kurator yang telah ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung telah bergerak.

Kurator melakukan rembug terbuka bersama perwakilan lintas paguyuban penghayat kepercayaan dan komunitas seni budaya di Tulungagung di Ruang Praja Mukti Kantor Pemkab Tulungagung, Kamis (28/5/2025).

Hasilnya masih nihil. Karena para undangan masih banyak yang belum paham terkait gelaran FBS tersebut. Mereka belum tahu nantinya mereka bakal berperan sebagai apa dalam acara itu.

Sekadar diketahui FBS adalah Festival yang merupakan agenda kementerian kebudayaan, yang berisi kegiatan budaya spiritual yang rencananya akan dihadiri oleh menteri Kebudayaan Indonesia.

Festival ini akan diselenggarakan pada bulan Sura dalam penanggalan jawa. Karena pada bulan tersebut banyak kegiatan perayaan spiritual. Dan pada tahun ini Tulungagug terpilih sebagai lokasi diselenggarakannya festival tersebut.

Dengan acara puncaknya yaitu jamasan pusaka Kabupaten Tulungagung, Tombak Kanjeng Kyai Upas.

Keluarga Perdikan Kasepuhan Majan, Raden Ali Sodik mengaku FBS ini merupakan usulan dari keluarga Kasepuhan Majan. Karena menurutnya pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas adalah milik keluarga Kasepuhan Majan. Sehingga dia menuntut secara publik untuk pelibatan acara FBS di Majan.

"Karena kami adalah keturunan bupati sejak Bupati ke empat Tulungagung yang pada saat itu memiliki pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas," katanya.

Disbudpar Tulungagung melalui Kabid Kebudayaan, Dewi Cahyaningtyas menjelaskan, dinasnya dalam FBS ini sebagai fasilitator akan menampung semua aspirasi, ide-ide dari masyarakat terkait acara festival itu. 

Selain itu, pihaknya telah menggandeng tiga orang kurator untuk mempersiapkan festival tersebut.

Mereka adalah Dwi Cahyono (sejarawan), Harry Yuwono (budayawan), dan Benny Widyo (praktisi seni).

Para kurator itulah yang diminta untuk membuat rencana kegiatan. "Nantinnya rancangan acara tersebut tetap disesuaikan dengan kementerian kebudayaan.  Harapannya festival ini bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Tulungagung," pungkasnya. (sri)

  

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #Festival Budaya Spiritual #disbudpar