Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terungkap Rahasia Warga Desa Mirigambar Tulungagung, dari Bilah Bambu jadi Sumber Rezeki

Analisa • Sabtu, 31 Mei 2025 | 01:00 WIB
Kerajinan tangan irek atau kalo, Desa Mirigambar,Sumbergempol, Tulungagung.
Kerajinan tangan irek atau kalo, Desa Mirigambar,Sumbergempol, Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Di balik lereng perbukitan hijau dan udara sejuk khas Tulungagung, terdapat sebuah desa yang menyimpan kearifan lokal dalam bentuk kerajinan tangan yang telah diwariskan secara turun-temurun, dalam sebuah anyaman bambu.

Yaitu di Desa Mirigambar, yang terletak di Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Warga sekitar menyebut hasil kerajinan ini dengan nama irek atau kalo sebutan di Tulungagung merujuk pada wadah berbentuk bulat cekung terbuat dari pisau bambu, biasa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Mengenal Wahyudi Setiana, Pengusaha Kerajinan Kulit Tulungagung yang Tembus Pasar Internasional

Hampir setiap hari, terutama di pagi hingga siang hari, derik suara bambu yang dipotong, dibelah, dan dianyam terdengar dari rumah-rumah warga.

Proses pembuatan irek ini dimulai dari pemilihan bambu yang tepat, yang kemudian direndam agar lebih lentur dan tahan lama.

Setelah itu, bilah pisau bambu dipotong kecil-kecil dan diraut hingga halus, sebelum akhirnya dianyam dengan pola silang khas yang kokoh dan estetis.

Keseharian warga Desa Mirigambar, Sumbergempol, Tulungagung, sebagai pengrajin kerajinan tangan irek atau kalo.
Keseharian warga Desa Mirigambar, Sumbergempol, Tulungagung, sebagai pengrajin kerajinan tangan irek atau kalo.

Baca Juga: Nyambi Kuliah, Kresna Sugiantoro, Pemuda asal Tulungagung Bikin Kerajinan Wayang Kulit Beromzet Jutaan Rupiah

Anak-anak, orang tua, hingga para lansia turut terlibat dalam proses ini. 

Kerajinan irek bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari ritme kehidupan dan budaya lokal yang mempererat hubungan antarwarga. 

Banyak ibu rumah tangga di Desa Mirigambar memanfaatkan waktu luang mereka untuk membuat irek di rumah.

Hasil kerajinan tersebut kemudian dijual ke pasar tradisional atau pengepul dari luar daerah, seperti Tulungagung kota, Blitar, hingga Kediri.

Baca Juga: ⁠Suka Duka Agus Hartoyo Menjaga Eksistensi Kerajinan Ukir Kayu di Tulungagung

Harganya relatif terjangkau, sehingga produktivitas dan kualitas kerajinan warga membuat permintaan terhadap irek tetap stabil.

Desa Mirigambar membuktikan bahwa warisan budaya tidak hanya dapat dijaga, tetapi juga menjadi sumber kehidupan yang lestari.

Di tangan para pengrajin yang tekun dan konservasi, irek bukan sekadar wadah yang terbuat dari anyaman bambu, melainkan simbol kerja keras, keterampilan, dan cinta terhadap tradisi. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Desa Mirigambar #Game eksplorasi 2025 #tulungagung #anyaman bambu #kalo